JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Kondisi kesehatan aktor senior Fahmi Bo tengah memprihatinkan. Setelah dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung, kini Fahmi Bo tak bisa berdiri dan berjalan.
Sebagai salah satu bentuk ikhtiar, Fahmi Bo untuk pertama kalinya mencoba pengobatan alternatif totok persendian bersama ahli pengobatan spiritual, Ki Demang.
Fahmi menceritakan bahwa kondisinya menurun drastis sejak dua minggu lalu, tepatnya setelah ia menjalani perawatan di rumah sakit.
“Sejak dari rumah sakit (saya) enggak bisa berdiri,” ungkap Fahmi ditemui di kediamannya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (23/8/2025).
“Kemarin lagi dicoba berdiri. Diangkat tiga orang, baru setengah gini, jatuh lagi. Ini yang kaki kanan lemah,” tambah Fahmi Bo.

Karena kesulitan akses untuk kembali ke rumah sakit, Fahmi akhirnya memutuskan mencoba jalur alternatif. Ketika menjalani terapi totok persendian, Fahmi sempat menangis karena kesakitan.
Namun, di balik rasa sakit itu, ada sedikit kemajuan yang ia rasakan. Telapak kakinya kini bisa menapak dan terasa lebih ringan.
“Tadi sakit, sakit banget waktu dipegang. Tapi ya, alhamdulillah, agak enteng nih,” ujarnya.
Hal tersebut disebut sebagai kemajuan yang positif oleh Ki Demang. Dengan kaki yang bisa menapak, artinya kaki tersebut akan siap menjadi tumpuan badan.
“Kemarin tuh Bang Fahmi ini kakinya itu kayak gini aja nih, jadi dia enggak bisa napak. Tapi saat ini sudah ada perubahan sih. Kakinya itu bisa napak gini. Artinya, ketika sudah bisa napak, sudah bisa memberikan penekanan,” tegas Ki Demang.
Sedangkan menurut Ki Demang, kondisi yang dialami Fahmi cukup kompleks. Dari sisi medis, ia melihat adanya komplikasi berbagai penyakit.
“Ini sudah komplikasi. Diabet ada, saraf kejepit juga ada, jantung ada, ginjal saya pegang tadi ada, lambung juga, hipertensi, ini udah semuanya,” lanjut Ki Demang.

Meskipun mencoba pengobatan alternatif, Fahmi Bo menegaskan bahwa ia tetap berkeinginan kuat untuk memeriksakan kakinya ke dokter spesialis ortopedi. Namun, kendala fisik menjadi penghalang utamanya.
“Pengin banget cari rumah sakit yang ada ortopedinya, yang tahu ini kenapa. Tapi bingung mau naikin gimana ke rumah sakitnya, mau naik ke kursi rodanya susah,” keluh Fahmi.
Ia berharap, setelah menjalani terapi alternatif ini, kakinya cukup kuat untuk bisa duduk di kursi roda, sehingga memudahkannya untuk pergi ke rumah sakit.
“Pokoknya aku coba nih. Misalkan berdiri bisa, kuat, enggak jatuh lagi, besok ke kursi roda. Ya udah, kita ke rumah sakit. Pengin cek semuanya,” pungkasnya.

