JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Saat gema takbir menggema di penjuru negeri dan keluarga saling berpelukan dalam hangatnya Idulfitri, ada kisah lain yang mengalun dari tengah samudra sunyi, namun sarat makna pengabdian.
Ratusan pelaut Pertamina Patra Niaga tetap berdiri teguh di garis depan, memastikan distribusi energi nasional tidak terhenti. Di antara mereka, Captain Arendra menjalani Idulfitri untuk ketiga kalinya di atas kapal, jauh dari pelukan istri dan anak.
“Kalau sudah takbir berkumandang, itu yang paling terasa. Biasanya berkumpul bersama keluarga, sekarang hanya lewat video call,” tuturnya lirih. Namun, bagi Arendra, pengorbanan itu adalah bagian dari tanggung jawab besar menjaga energi tetap mengalir ke seluruh pelosok negeri.
Hal serupa dirasakan Captain Basuki. Baginya, Idulfitri di tengah laut bukan sekadar tentang merayakan hari kemenangan, melainkan tentang menjalankan amanah untuk masyarakat luas. “Kami di kapal sudah seperti keluarga kedua. Saling menguatkan di tengah rindu,” ujarnya.
Di atas geladak kapal, suasana Idulfitri tetap hidup dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Salat Id berjamaah, hidangan ala kadarnya, serta momen saling bermaafan menjadi perekat kebersamaan di tengah keterbatasan.
Di balik kehangatan itu, tersimpan kerinduan yang tak terucap. Namun para pelaut memilih meneguhkan hati, menempatkan tugas di atas segalanya. Mereka adalah penjaga sunyi yang memastikan energi tetap tersedia, bahkan saat seluruh negeri tengah merayakan.
Peran mereka menjadi semakin krusial di periode Ramadan dan Idulfitri, saat kebutuhan energi meningkat signifikan. Melalui jalur laut, distribusi energi menjangkau wilayah-wilayah yang bergantung pada akses maritim dari kota besar hingga pelosok terpencil.
Sebanyak lebih dari 345 armada kapal disiagakan penuh, menjadikan para pelaut sebagai garda terdepan dalam rantai pasok energi nasional. Tanpa mereka, denyut kehidupan masyarakat bisa terhambat.
Kisah para pelaut ini menjadi pengingat: di balik kenyamanan kita merayakan hari kemenangan, ada mereka yang memilih tetap bertugas. Dengan dedikasi, profesionalisme, dan semangat pengabdian, para pelaut Pertamina Patra Niaga memastikan energi terus mengalir tanpa jeda, tanpa lelah.


