JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Pemerintah secara resmi meluncurkan logo perhelatan “Imlek Nasional 2026: Harmoni Imlek Nusantara” sebagai simbol perayaan Tahun Baru Imlek yang inklusif, mengayomi, dan merepresentasikan semangat persatuan Indonesia. Logo tersebut dirancang sebagai bahasa visual yang hangat, humanis, tenang, dan bermartabat, sekaligus memancarkan optimisme serta refleksi perjalanan bangsa dalam keberagaman.
Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar, mengatakan logo ini mencerminkan wajah Indonesia yang kaya budaya dan selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Mulai dari Merah Putih di rambut kuda untuk mengingatkan bahwa mahkota itu adalah bendera Merah Putih, lalu lambang api di bagian mata sebagai simbol semangat sekaligus penanda Tahun Kuda Api. Semua elemen ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang kita lakukan tidak boleh menghilangkan kebudayaan dan kemanusiaan kita,” ujar Irene dalam peluncuran logo di Auditorium Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Filosofi logo diwujudkan melalui sejumlah elemen simbolik. Merah Putih pada rambut kuda melambangkan identitas bangsa sebagai mahkota dalam setiap gerak menuju masa depan. Cincin di mulut menggambarkan kendali atas kata, kebijaksanaan dalam bertutur, serta komitmen untuk menyatukan, bukan memecah. Sementara mata api merepresentasikan semangat, keberanian, fokus batin, dan energi Kuda Api sebagai pendorong perubahan.
Pada bagian kaki, terdapat bunga batik yang terangkat sebagai simbol langkah maju bangsa tanpa meninggalkan nilai budaya dan kemanusiaan. Cincin di kaki menegaskan bahwa kekuatan besar harus dijalankan dengan kesadaran, etika, dan tujuan bersama. Adapun motif batik pucuk rebung melambangkan pertumbuhan, harapan, serta perjalanan bangsa yang terus berkembang ke atas.
Elemen buntut kuda yang terbelah dua merepresentasikan harmoni dualitas tradisi dan modernitas, lokal dan global, masa lalu dan masa depan sebagai penggerak semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sementara motif batik banji menjadi simbol kebahagiaan, kesinambungan hidup, spiritualitas, serta keseimbangan antara dunia material dan batin.
Wakil Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Veronica Tan, menekankan bahwa Imlek Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan momentum kebersamaan.
“Imlek Nasional Harmoni Nusantara diharapkan menjadi momen persatuan, kembali ke rumah, dan bersama-sama menjadi satu,” ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Dewan Penasihat Panitia Imlek Nasional, Mari Elka Pangestu, menyoroti keterbukaan Indonesia terhadap akulturasi budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Banyak akulturasi budaya yang kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, Imlek dirayakan sejak kecil dengan ritual yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga budaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) sekaligus Penasihat Panitia Imlek Nasional, Muhammad Qodari, menyebut perhelatan ini sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjaga keberagaman budaya dan keyakinan.
“Acara ini menanamkan kembali komitmen kebangsaan bahwa keberagaman budaya dan keyakinan adalah landasan persatuan kita, sekaligus kekuatan sosial bangsa,” katanya.
Tema besar “Harmoni Imlek Nusantara” akan diwujudkan melalui rangkaian Festival Imlek Nasional 2026, yang dikemas sebagai festival berbasis akulturasi seni, tradisi, dan kuliner Nusantara. Perayaan ini menggabungkan tradisi, kreativitas modern, kewirausahaan, serta partisipasi lintas generasi untuk menghadirkan ruang publik yang inklusif.
Penggunaan logo Imlek Nasional 2026 dianjurkan untuk kegiatan edukatif, sosial, budaya, promosi pariwisata, ekonomi kreatif, serta aktivitas publik yang memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan optimisme. Aset visual resmi dapat diakses melalui bit.ly/imlek2026asset, dengan panduan penggunaan di bit.ly/imlek2026guideline. Informasi terbaru mengenai rangkaian festival dapat diikuti melalui akun Instagram @imlekfestival.


