12. Rangers
Klub raksasa Skotlandia ini memiliki basis suporter fanatik, namun belum pernah melangkah lebih jauh dari semifinal Liga Champions. Prestasi terbaik mereka di Eropa justru datang dari Piala Winners 1972.
11. Olympiacos
Klub terbesar Yunani ini baru mampu mencapai perempat final (1998/1999). Meski begitu, mereka sukses menjuarai UEFA Europa Conference League 2024.
10. Dynamo Kyiv
Raksasa Ukraina ini tiga kali mencapai semifinal (1977, 1987, 1999). Mereka pernah diperkuat legenda seperti Andriy Shevchenko.
9. Galatasaray
Klub elite Turki ini hanya mampu mencapai perempat final Liga Champions. Namun, mereka pernah menjuarai UEFA Cup dan UEFA Super Cup pada 2000.
8. Schalke 04
Salah satu klub bersejarah di Jerman ini hanya mampu mencapai semifinal pada musim 2010/2011.
7. Valencia
Valencia dua kali menjadi runner-up Liga Champions (2000 dan 2001), namun gagal juara setelah kalah dari Real Madrid dan Bayern Munich.
6. Bayer Leverkusen
Final 2002 menjadi momen paling pahit setelah kalah 1-2 dari Real Madrid lewat gol ikonik Zinedine Zidane.
5. Olympique Lyon
Lyon dua kali mencapai semifinal, namun selalu kandas, termasuk kalah 0-3 dari Bayern Munich pada 2020.
4. AS Roma
Roma pernah mencapai final 1984, namun kalah dari Liverpool melalui adu penalti di kandang sendiri.
3. Tottenham Hotspur
Final 2019 menjadi momen paling dekat Spurs, namun mereka kalah 0-2 dari Liverpool.
2. Arsenal
Arsenal kalah di final 2006 dari Barcelona. Menariknya, mereka kembali mencapai final Liga Champions 2025/2026 dan berpeluang menghapus kutukan.
1. Atletico Madrid
Atletico menjadi klub terbesar yang belum pernah juara, meski sudah tiga kali mencapai final. Dua di antaranya berakhir pahit karena kalah dari rival sekota, Real Madrid (2014 dan 2016).
Meski memiliki sejarah panjang, fanbase besar, dan kekuatan finansial—bahkan dengan nilai transfer pemain yang bisa mencapai puluhan juta euro (setara ratusan miliar hingga lebih dari Rp1 triliun)—ke-12 klub ini masih belum mampu mengangkat trofi Liga Champions.
Dengan perkembangan sepak bola modern dan dukungan finansial yang semakin besar, peluang bagi klub-klub seperti Arsenal dan Atletico Madrid untuk mengakhiri “kutukan” tetap terbuka dalam beberapa tahun ke depan. (ARO)


