LONDON, TERMINALNEWS.ID – Terlepas dari posisi Tottenham Hotspur di klasemen—baik saat bersaing memperebutkan tiket Liga Champions maupun saat terpuruk di papan tengah—satu hal yang pasti dalam 25 tahun terakhir: semua keputusan besar di klub ini tak lepas dari tangan dingin Daniel Levy.
Sejak menjadi chairman Spurs pada 2001, Levy memang bukan sosok yang selalu populer di kalangan fans.
Namun, di balik semua kritik yang diarahkan padanya, Levy juga menjadi sosok kunci dalam pencapaian-pencapaian penting klub.
Tanpa keputusannya, mungkin Tottenham tak akan memiliki stadion megah seperti sekarang, atau tak pernah dilatih oleh nama-nama seperti Harry Redknapp dan Mauricio Pochettino yang membawa Spurs menjadi anggota tetap “big six” Premier League.

Meski begitu, tak semua keputusan Levy terbukti tepat. Bahkan, salah satu keputusan yang nyaris ia ambil bisa menjadi bencana besar: menjual Harry Kane hanya seharga 600 ribu pound.
Kane kini dikenal sebagai legenda Tottenham, pemegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, dan salah satu striker terbaik di generasinya.
Namun, kisahnya bisa saja berakhir berbeda jika bukan karena keberanian manajer saat itu, Tim Sherwood.
Dalam wawancara bersama Simon Jordan, Sherwood mengungkapkan bahwa Levy sempat ingin menjual Kane ke Leicester City.
Kala itu, performa Kane belum menonjol, setelah menjalani masa peminjaman yang kurang sukses di klub-klub seperti Norwich City dan Leicester sendiri.
“Ini 100% benar. Saya baru saja selesai sesi latihan dan memberi tahu Harry bahwa dia akan bermain besok. Dia hanya menatap saya seolah berkata, ‘Akhirnya,’” ujar Sherwood.

“Begitu masuk ke kompleks latihan, Franco Baldini (direktur teknik saat itu) menghampiri saya dan mengatakan bahwa ketua klub ingin bertemu. Saat saya masuk ke kantor Levy, dia bertanya siapa saja yang bermain besok. Begitu saya menyebut nama Harry Kane, dia langsung bertanya, ‘Bukan Soldado? Bukan Adebayor?’ Saya jawab, ‘Tidak, Harry.’ Dan dia mengatakan, ‘Kami tidak yakin dia standar Premier League.’”
Sherwood menambahkan bahwa Baldini juga meragukan kemampuan Kane dan klub siap menerima tawaran 600 ribu pound dari Leicester.
Namun, Sherwood mengabaikan saran itu dan tetap memainkan Kane. Sisanya adalah sejarah. Kane berkembang menjadi striker kelas dunia, mencetak ratusan gol untuk Spurs, dan akhirnya pindah ke Bayern Munich pada 2023 dengan banderol sekitar 86,4 juta pound—naik lebih dari 14.000% dari harga awal yang nyaris disetujui Levy.
Transfer itu menjadikan Kane sebagai penjualan termahal kedua dalam sejarah klub dan salah satu pemain Inggris termahal sepanjang masa.
Kini, Levy bisa bersyukur karena tidak jadi melepas salah satu aset terbaik yang pernah dimiliki Tottenham. Namun kisah ini juga menjadi pengingat bahwa bahkan keputusan paling kecil pun bisa mengubah arah sejarah sebuah klub sepak bola.

