BerandaSportSoccerTiga Syarat Gianni Infantino...

Tiga Syarat Gianni Infantino Dicopot dari Jabatan Presiden FIFA Usai Kontroversi Rencana Penjualan Piala Dunia

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA semakin terancam setelah menuai gelombang kritik atas rencana kontroversial untuk membuka investasi eksternal terhadap aset komersial Piala Dunia.

Awal pekan ini, Infantino mengumumkan rencana FIFA untuk mengundang investor pihak ketiga agar memiliki kepemilikan minoritas tanpa hak kendali dalam anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).

Perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Thrive Capital, yang dimiliki Joshua Kushner—menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump—disebut-sebut akan memimpin kelompok investor tersebut. FIFA dikabarkan menargetkan pendanaan hingga US$20 miliar, atau sekitar Rp326 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS).

Sebagai bagian dari proposal tersebut, seluruh 211 asosiasi anggota FIFA diberi tenggat hingga 19 September untuk menyetujui rencana itu. Sebagai imbalannya, masing-masing federasi dijanjikan dana hingga 30,1 juta pound sterling, setara sekitar Rp670 miliar (asumsi kurs Rp22.250 per pound sterling).

Namun, rencana tersebut justru memicu penolakan luas dari berbagai konfederasi sepak bola dunia.

Baca Juga :   Karier Kepelatihan Xabi Alonso Kembali Menjadi Sorotan
Gianni Infantino
Tiga Cara Gianni Infantino Bisa Dicopot dari Jabatan Presiden FIFA Usai Kontroversi Rencana Penjualan Piala Dunia – Gianni Infantino (sportbible)

UEFA menjadi organisasi pertama yang mengecam keras proposal tersebut melalui pernyataan resmi pada 30 Juli. Bahkan, badan sepak bola Eropa itu mengancam akan memboikot Piala Dunia apabila rencana tersebut tetap dijalankan. Sikap serupa kemudian diikuti oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah penasihat seniornya, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri sambil menyebut proposal tersebut sebagai “kesepakatan yang buruk bagi sepak bola”.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, juga dilaporkan mengancam mundur karena merasa “dikelabui” oleh Infantino.

Di tengah tekanan global yang terus meningkat, FIFA akhirnya membatalkan rencana tersebut pada Sabtu (1/8) dini hari.

Meski demikian, pembatalan itu belum meredakan kritik. UEFA menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino dan menyebut skema tersebut sebagai “kesepakatan murahan yang dibuat secara tertutup”.

Baca Juga :   Ratu Tisha Kagumi Penyelenggaraan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) bahkan menyerukan dilakukannya peninjauan menyeluruh terhadap kepemimpinan FIFA, sementara desakan agar Infantino mundur dari jabatannya terus menguat.

Tiga Jalur Pencopotan Infantino

Mantan Ketua FA, David Bernstein, menilai nasib Infantino sangat bergantung pada dukungan asosiasi-asosiasi anggota FIFA.

“Di organisasi yang normal, jika seorang pemimpin harus membatalkan kebijakan sebesar ini karena tekanan yang begitu besar, kemungkinan besar ia akan diberhentikan. Namun FIFA bukan organisasi yang normal. Jika ia masih mendapat dukungan cukup dari asosiasi nasional, ia bisa tetap bertahan,” ujarnya.

Menurut koresponden olahraga Sky News, Rob Harris, terdapat tiga mekanisme yang memungkinkan Infantino kehilangan jabatannya.

1. Mosi tidak percaya

Berdasarkan Statuta FIFA, sedikitnya 20 persen anggota FIFA atau sekitar 43 negara dapat mengajukan Kongres Luar Biasa FIFA. Dalam forum tersebut, anggota dapat mengusulkan pemungutan suara untuk memberhentikan presiden FIFA.

Baca Juga :   Kuwait Batal Hadapi Timnas Indonesia, Fokus Beralih ke Lebanon di FIFA Matchday

2. Sanksi melalui Komite Etik

Komite Etik FIFA dapat menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik apabila terdapat laporan resmi dari anggota atau pejabat FIFA. Jika terbukti bersalah, presiden dapat dijatuhi sanksi, termasuk larangan beraktivitas di dunia sepak bola. Namun, sejauh ini belum terdapat indikasi jelas adanya pelanggaran etik dalam kasus tersebut, sehingga opsi ini dinilai kecil kemungkinannya.

3. Kalah dalam pemilihan presiden FIFA

Infantino dijadwalkan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret tahun depan. Jika mayoritas anggota kongres memilih kandidat lain, maka ia otomatis kehilangan jabatannya.

Dengan meningkatnya tekanan dari berbagai konfederasi dan federasi nasional, masa depan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA kini menjadi sorotan. Meski rencana penjualan aset komersial Piala Dunia telah dibatalkan, polemik tersebut dinilai telah menggerus kepercayaan terhadap kepemimpinannya dan dapat menjadi faktor penting menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Roberto De Zerbi Rombak Tottenham, Belanja Besar Demi Bangkit di Musim 2026/2027

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Pelatih anyar Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, langsung...

Leapmotor C10 Resmi Meluncur di Indonesia, Tawarkan SUV Listrik Premium untuk Keluarga Modern

TERMINALNEWS.ID, TANGERANG – PT Indomobil National Distributor resmi menghadirkan Leapmotor C10...

Black Brothers Tampil Lagi di Acara HIKMU Jakarta, Ternyata Memiliki Akar dari Ternate

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Nama Black Brothers kembali menggema di panggung musik...

Mobil Instalasi Pengolahan Air Bersih PUPR Jawa Barat Untuk Perumda Tirta Kahuripan Leuwiliang Siap Bantu Warga Kekeringan

Laporan wartawan Terminalnews.ID/Je Sukapura TERMINALNEWS.ID, BOGOR - Upaya Persiapan teknis yang dilakukan...

- A word from our sponsors -