TERMINALNEWS.ID, LONDON – Pelatih anyar Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, langsung menunjukkan ambisi besar setelah berhasil menyelamatkan klub dari degradasi pada musim 2025/2026.
Juru taktik asal Italia itu kini fokus membangun skuad yang lebih kompetitif agar The Lilywhites tidak lagi terjebak dalam situasi serupa pada musim mendatang.
De Zerbi ditunjuk sebagai pelatih ketiga Tottenham pada musim 2025/2026 dan sukses membawa tim bertahan di Liga Inggris usai meraih kemenangan krusial atas Everton pada laga terakhir musim.
Hasil tersebut membuat Tottenham finis di peringkat ke-17, sekaligus mengirim rival mereka, West Ham United, ke Divisi Championship.
Tak lama setelah memastikan kelangsungan Tottenham di kasta tertinggi, De Zerbi langsung melakukan perombakan besar terhadap komposisi pemain.
Enam Rekrutan Baru
Hingga awal Agustus 2026, Tottenham telah mendatangkan enam pemain baru. Martin Dubravka, Andy Robertson, dan Marcos Senesi direkrut secara gratis, sementara Jan Paul van Hecke, Mateus Fernandes, dan Sandro Tonali didatangkan melalui transfer bernilai besar.

Meski demikian, De Zerbi menegaskan aktivitas Tottenham di bursa transfer belum selesai.
“Ketika saya menginginkan seorang pemain, saya menjadi seperti hiu. Tidak ada kesempatan untuk mengatakan tidak. Bursa transfer belum selesai. Kami baru menyelesaikan sekitar 60 persen proyek kami dan sekarang masih ada satu kejutan lagi,” ujar De Zerbi.
Ia juga mengisyaratkan bahwa satu pemain baru berpeluang segera bergabung, meski proses negosiasi belum benar-benar rampung.
Investasi Besar Klub
Perubahan besar di Tottenham juga didukung penuh oleh keluarga Lewis selaku pemilik klub. Manajemen disebut telah memberikan dukungan finansial kepada De Zerbi untuk membangun kembali kekuatan tim setelah lolos dari ancaman degradasi.
Musim depan Tottenham dipastikan hanya akan berlaga di kompetisi domestik karena gagal lolos ke kompetisi Eropa. Kondisi tersebut dinilai memiliki sisi positif karena tim dapat lebih fokus menghadapi Liga Inggris tanpa jadwal pertandingan yang padat.
Namun, absennya kompetisi Eropa juga membuat beberapa pemain muda dan pelapis memilih hengkang demi mendapatkan menit bermain lebih banyak. Will Lankshear, Luka Vuskovic, dan Alfie Devine termasuk di antara pemain yang telah meninggalkan klub.
Belajar dari Manchester United
Situasi Tottenham dinilai mirip dengan Manchester United pada musim sebelumnya. Setelah gagal tampil di kompetisi Eropa, United mampu memusatkan perhatian sepenuhnya ke Liga Inggris.
Di bawah asuhan Michael Carrick, Manchester United tampil impresif sepanjang tahun kalender 2026 dan berhasil finis di posisi ketiga klasemen dengan raihan 41 poin pada paruh musim tersebut, hanya terpaut satu poin dari Arsenal yang menjadi juara.
Keberhasilan United itu diyakini dapat menjadi contoh bagi Tottenham. Dengan waktu latihan yang lebih banyak dan jadwal pertandingan yang lebih ringan, De Zerbi berpeluang membangun tim yang lebih solid sejak awal musim.
Nilai Transfer dalam Rupiah
Meski nominal resmi transfer beberapa pemain belum dirinci dalam naskah sumber, berikut konversi nilai transfer yang disebutkan menggunakan kurs perkiraan 1 pound sterling (£) = Rp22.500:
| Nilai Transfer | Perkiraan dalam Rupiah |
|---|---|
| £198 juta | sekitar Rp4,46 triliun |
| £153 juta | sekitar Rp3,44 triliun |
| £142 juta | sekitar Rp3,20 triliun |
| £115 juta | sekitar Rp2,59 triliun |
| £113 juta | sekitar Rp2,54 triliun |
| £108 juta | sekitar Rp2,43 triliun |
| £107 juta | sekitar Rp2,41 triliun |
| £105 juta | sekitar Rp2,36 triliun |
| £100 juta | sekitar Rp2,25 triliun |
| £97,5 juta | sekitar Rp2,19 triliun |
Dengan dukungan dana transfer yang besar serta fokus penuh di kompetisi domestik, Tottenham berharap era baru di bawah Roberto De Zerbi mampu mengembalikan klub ke papan atas Liga Inggris dan menjadi salah satu kejutan pada musim 2026/2027.

