TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Nama Black Brothers kembali menggema di panggung musik Tanah Air.
Grup musik legendaris asal Papua itu tampil menghibur para tamu dalam acara Pengukuhan Pengurus Himpunan Keluarga Besar Maluku Utara (HIKMU) di Jakarta. Penampilan mereka menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian dan membangkitkan nostalgia para pecinta musik Indonesia.
Meski formasi Black Brothers saat ini tidak lagi lengkap seperti masa kejayaannya, kehadiran mereka tetap mendapat sambutan hangat. Banyak yang terkejut melihat grup yang pernah berjaya pada era 1970-an itu kembali tampil di hadapan publik.
Ketua Umum HIKMU terpilih, Askan Naim, mengungkapkan bahwa kehadiran Black Brothers dalam acara tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa grup musik ini memiliki ikatan sejarah dengan Maluku Utara.
“Tak banyak yang tahu bahwa pada awal perjalanan Black Brothers ada tiga personel yang berasal dari Ternate, Maluku Utara, yakni Amry Kahar, Brnny Bettay, dan David Rumagesan (Abdullah Junus),” ujar Askan.
Ia menjelaskan, ketiga musisi tersebut merupakan personel Black Brothers yang hingga kini masih berada di Indonesia dan memiliki garis keturunan dari Ternate. Sementara personel lainnya telah berpulang atau menetap di luar negeri.
Sebagai penggemar berat Black Brothers, Askan juga mengenang perjalanan awal grup tersebut. Menurutnya, pada era 1970-an band ini bermula dengan nama Los Iriantos, yang dimotori oleh Hengky MS dan Andy Ayamiseba sebelum kemudian berkembang menjadi Black Brothers dan dikenal luas di Indonesia.
Black Brothers didirikan di Papua pada awal 1970-an dengan ciri khas musik yang memadukan unsur soul dan funk, serta penampilan rambut afro yang menjadi identitas mereka. Pada 1976, grup ini hijrah ke Jakarta dan berhasil meraih popularitas besar. Di masa itu, Black Brothers menjadi salah satu grup yang diperhitungkan di industri musik nasional, bahkan kerap disejajarkan dengan God Bless.
Perjalanan mereka kemudian berlanjut hingga menetap di Vanuatu, negara kepulauan di kawasan Pasifik. Meski telah lama bermukim di luar Indonesia, karya-karya Black Brothers tetap hidup dan dikenang lintas generasi.
Sejumlah lagu mereka masih sering diputar hingga kini, di antaranya Kisah Seorang Pramuria, Hari Kiamat, dan Putus di Tengah Kerinduan, yang menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia.
Bagi HIKMU, kehadiran Black Brothers dalam acara pengukuhan pengurus bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan warga Maluku Utara sekaligus mengenang kontribusi para musisi yang memiliki akar dari Ternate.
Menutup keterangannya, Askan mengajak seluruh warga Maluku Utara untuk turut memeriahkan rangkaian kegiatan HIKMU.
“Mari datang dan ramaikan acara ini. Torang samua basudara, Maloko Kie Raha,” ajaknya.
Penulis: Tommy R. Arief

