JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Penumpang bus di Koridor 13 TransJakarta, rute Ciledug–Tegal Mampang, sempat dibuat heran pada Selasa (3/3). Di tengah kesibukan halte dan lalu-lalang penumpang di jalur layang itu, sejumlah petugas berseragam terlihat tak biasa. Mereka adalah para personel D’MASIV.
Band asal Ciledug tersebut turun langsung merasakan berbagai peran di operasional TransJakarta. Aksi ini dilakukan untuk menandai satu tahun sejak mereka membeli hak penamaan Halte Petukangan di Koridor 13, Jakarta Selatan.
Dalam unggahan di media sosial, vokalis Rian Ekky Pradipta dan rekan-rekannya menyebut momen itu sebagai bagian dari perjalanan panjang band mereka.
“Genap satu tahun Halte TransJakarta Petukangan D’MASIV. Dari Ciledug, tempat kami bermimpi, sampai menemani perjalanan ribuan orang setiap hari,” tulis mereka.
Hari itu, para personel band benar-benar menjajal berbagai peran. Rian bertugas sebagai pramudi, sementara personel lain menjadi pramusapa, pramujaga, patroli jalur, hingga petugas keamanan halte. Mereka membantu mengatur arus penumpang, memastikan proses naik-turun bus berjalan tertib, sekaligus berinteraksi langsung dengan pengguna transportasi publik.
Suasana semakin meriah ketika band tersebut memberikan penampilan akustik singkat di dalam bus. Para penumpang yang awalnya hanya menunggu perjalanan pulang mendadak mendapat hiburan langsung dari band yang telah lebih dari dua dekade berkarya di industri musik Indonesia.
Halte Petukangan sendiri resmi berganti nama menjadi Halte Petukangan D’MASIV pada 3 Maret 2025, bertepatan dengan ulang tahun band tersebut. Langkah itu menjadikan D’MASIV sebagai grup musik pertama di Indonesia yang membeli hak penamaan halte transportasi publik.
Program hak penamaan halte merupakan strategi bisnis yang dikembangkan oleh PT Transportasi Jakarta untuk menambah sumber pendapatan di luar penjualan tiket. Selama ini, skema tersebut lebih banyak diikuti oleh perusahaan atau korporasi besar.
Bagi D’MASIV, kehadiran nama mereka di halte yang berada di jalur layang TransJakarta itu memiliki makna personal. Ciledug, yang berada di ujung rute Koridor 13, adalah wilayah yang menjadi bagian dari perjalanan awal band tersebut sebelum dikenal luas.
Perayaan sederhana dengan turun langsung menjadi “petugas sehari” itu sekaligus menegaskan kedekatan mereka dengan ruang publik Jakarta—tempat ribuan orang memulai dan mengakhiri perjalanan setiap harinya.|Foto : Istimewa

