JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Pengamat perlindungan konsumen dan kebijakan publik, Tulus Abadi, menilai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berhasil menunjukkan kinerja positif dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Ia menyebut, angka kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut mampu ditekan hingga 30 persen. Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan operasi juga mencapai 94 persen.
Menurut Tulus, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis yang diterapkan Korlantas Polri, termasuk rekayasa lalu lintas yang dinilai efektif mengurai kepadatan kendaraan.
“Operasi Ketupat tahun 2026 saya kira telah menghadirkan instrumen-instrumen yang sangat membantu dalam mengonstruksikan arus mudik agar berjalan lancar dan selamat,” ujarnya dalam Audiensi Evaluasi Operasi Ketupat 2026, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan tinggi menjadi indikator bahwa pelayanan dan pengamanan terhadap pemudik berjalan optimal.
“Sebanyak 94 persen masyarakat menyatakan puas. Ini harus dijaga dan terus ditingkatkan,” tegasnya.
Tulus juga menyoroti efektivitas penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) yang dinilai sangat membantu kelancaran arus kendaraan, baik saat mudik maupun arus balik.
Menurutnya, kebijakan tersebut layak dipertimbangkan menjadi langkah permanen dengan peningkatan pada sistem rambu dan petunjuk arah di jalan tol.
“Penurunan kecelakaan hingga 30 persen serta keberhasilan sistem one way menunjukkan kebijakan ini sangat membantu. Ke depan, perlu ada penguatan agar bisa diterapkan secara lebih permanen,” ungkapnya.
Ia berharap, tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat dapat terus dipertahankan, sehingga perjalanan mudik di masa mendatang semakin aman dan nyaman.


