TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – FIFA menegaskan tidak menemukan indikasi pengaturan skor maupun aktivitas taruhan mencurigakan sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan di tengah beredarnya tuduhan yang tidak berdasar mengenai dugaan korupsi dan manipulasi pertandingan selama turnamen berlangsung.
Piala Dunia 2026 berakhir dengan keberhasilan Spanyol menjadi juara usai mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Stadion New York New Jersey, Minggu lalu. Gol tunggal Ferran Torres memastikan La Roja mengangkat trofi, meski pertandingan diwarnai kericuhan setelah peluit panjang berbunyi.

FIFA saat ini juga masih menyelidiki insiden pascalaga yang diduga melibatkan pemain Argentina Nahuel Molina, Leandro Paredes, Thiago Almada, serta asisten pelatih Roberto Ayala.
Argentina Yang Dapat Sorotan
Sepanjang turnamen, Argentina mendapat sorotan tajam karena dianggap beberapa pihak memperoleh keuntungan dari keputusan wasit. Kritik tersebut semakin menguat setelah Mesir kalah kontroversial 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar.
Pelatih Mesir Hossam Hassan bahkan menuding FIFA ingin mempertahankan Argentina dan Lionel Messi di turnamen demi kepentingan pemasaran. Sementara pencetak gol Mesir, Mostafa Ziko, menyebut kompetisi telah “diatur” untuk menguntungkan tim asuhan Lionel Scaloni.
Tuduhan tersebut langsung dibantah Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina. Menurutnya, kritik terhadap keputusan wasit merupakan hal yang wajar dalam sepak bola, tetapi tuduhan tanpa bukti tidak dapat dibenarkan.

“Diskusi mengenai keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan yang tidak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga ini. Integritas perangkat pertandingan Piala Dunia FIFA tidak dapat dipertanyakan. Tuduhan seperti itu dapat memicu ancaman terhadap wasit maupun keluarga mereka,” ujar Collina.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah hukum terkait penyebaran informasi yang dinilai menyesatkan mengenai para pemainnya selama turnamen.
FIFA Sudah Selidiki Tidak Ada Pengaturan Skor
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut Integrity Task Force yang dibentuk untuk mengawasi integritas Piala Dunia 2026 telah memantau seluruh 104 pertandingan secara langsung, termasuk aktivitas di pasar taruhan internasional.
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan aktivitas taruhan yang mencurigakan maupun indikasi manipulasi pertandingan pada satu pun laga selama turnamen berlangsung.
FIFA menjelaskan seluruh laporan pemantauan taruhan, data pertandingan, serta informasi dari berbagai mekanisme pelaporan dikumpulkan dan dianalisis secara terpusat. Informasi tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh anggota satgas sesuai prosedur operasional.
Menurut FIFA, kolaborasi lintas lembaga memungkinkan respons cepat terhadap setiap indikasi potensi manipulasi pertandingan selama kompetisi berlangsung.
Satgas Integritas FIFA beranggotakan berbagai organisasi internasional, antara lain AFC, CAF, Concacaf, CONMEBOL, UEFA, OFC, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, FBI, INTERPOL, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Dewan Eropa, Sportradar, International Betting Integrity Association (IBIA), Genius Sports, Departemen Kehakiman Amerika Serikat, serta sejumlah lembaga independen lainnya.
Sistem Intelijen Berhasil Dibangun
Manajer Senior Integritas FIFA, Liam Rich, mengatakan satgas tersebut berhasil membangun sistem berbagi intelijen yang efektif selama Piala Dunia 2026.
“Kami berterima kasih kepada seluruh anggota satgas atas keahlian dan komitmennya selama kompetisi. Kolaborasi ini akan terus dikembangkan untuk menjaga integritas turnamen-turnamen FIFA di masa mendatang, termasuk Piala Dunia Wanita FIFA tahun depan,” kata Rich.
FIFA menegaskan akan terus bekerja sama dengan seluruh anggota Integrity Task Force guna memastikan setiap kompetisi internasional tetap berlangsung secara adil, transparan, dan bebas dari praktik manipulasi pertandingan.

