BerandaSportSepak BolaTurnamen SOS U-50 2025...

Turnamen SOS U-50 2025 Hadirkan 17 Tim dan Deretan Pemain Legenda

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID Turnamen Senayan Old Stars (SOS) Soccer Tournament 2025 kategori U-50 + TH 78 kembali digelar dan berhasil menyedot perhatian besar dari komunitas sepak bola senior Indonesia.

Kompetisi yang berlangsung di Lapangan Stadion Gala Puri, Ciledug, Tangerang Selatan, pada 29–30 November 2025 ini diikuti 17 tim, meningkat signifikan dibanding edisi perdana tahun lalu.

Turnamen tersebut memperlihatkan bagaimana antusiasme para mantan pesepak bola nasional tetap tinggi untuk berkompetisi dan menjaga silaturahmi.

Turnamen ini menjadi panggung reuni bagi para legenda sepak bola Indonesia. Nama-nama besar seperti Rahmad Darmawan, Peri Sandria, Khairi Rivo, Alesandro Tobar, Joko Puspito, Imam Riyadi, Aris Indarto, hingga Rolando Koibur tampil membela tim masing-masing.

Mereka menunjukkan sentuhan, visi bermain, serta daya juang yang masih terjaga meski usia tidak lagi muda.

Penampilan tersebut menjadi magnet tersendiri bagi para penonton sekaligus bukti bahwa kualitas mereka masih relevan di lapangan hijau.

Adapun 17 peserta turnamen tahun ini terdiri dari: Dishub, Tunas Muda, Mix, CAS, Tonaas, Tunas Betawi, Setia Kawan, Porsekem, Barno Wong Kudus Indonesia (BWKI), MBFA, PDAS, KJS, Senayan Old Stars, Jakarta 45, DC 73, Gunung Kidul, dan Pondok Pinang.

Baca Juga :   Dispora DKI Jakarta Dukung Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 untuk Bangkitkan Prestasi Sepakbola Ibu Kota

Ketua Pelaksana Turnamen, Juninho Widjaja, menjelaskan bahwa tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua Turnamen SOS U-50. Edisi pertama digelar di Menteng, Jakarta Pusat, dengan hanya 10 tim peserta.

Tahun 2025, panitia awalnya menargetkan 16 peserta, namun tingginya minat menjadikan jumlahnya bertambah menjadi 17 tim.

“Tahun ini berbeda. Kami menghadirkan 16 tim U-50 dan memilih Stadion Gala Puri agar acara berjalan lebih optimal. Antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan setelah pendaftaran ditutup masih banyak yang ingin ikut,” ujar Juninho Widjaja, didampingi Ketua SOS, Yusuf Mahmud Aziz, di sela penutupan turnamen.

Juninho menegaskan bahwa SOS tidak sekadar kompetisi, tetapi ruang pertemuan bagi para legenda, mantan pemain Liga Indonesia, serta komunitas olahraga yang ingin tetap aktif melalui sepak bola.

Turnamen ini juga menjadi momentum untuk menjaga api kompetisi yang sehat di usia senior.

Ketua Komunitas SOS sekaligus tuan rumah turnamen, Yusuf Aziz, menuturkan bahwa dukungan komunitas pecinta olahraga dan jaringan Tumaman Indonesia berperan besar dalam menyukseskan edisi kedua ini.

Baca Juga :   Manchester United Beri Tawaran Kedua untuk Bintang Brentford, Bryan Mbeumo

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini jauh lebih tertata, kompetitif, dan menghadirkan kualitas permainan yang meningkat.

“Setiap tim tampil dengan semangat tinggi. Ini yang membuat turnamen ini selalu dinantikan dan layak menjadi agenda tahunan. Kami ingin tahun depan lebih eksklusif dan menghadirkan tim-tim dari berbagai daerah,” ujarnya.

Panitia juga menggandeng Komunitas Berdaya All-Star sebagai mitra penguatan kegiatan. Seluruh rangkaian acara disusun agar memberikan pengalaman terbaik bagi peserta, termasuk penonton yang datang menyaksikan langsung pertandingan dua hari tersebut.

Untuk menambah motivasi, panitia menyediakan total hadiah Rp20 juta, termasuk penghargaan individu bagi pemain terbaik.

Meski demikian, atmosfer turnamen tetap didominasi nuansa nostalgia dan kebersamaan. Para legenda yang hadir tampak menikmati setiap momen, bahkan beberapa di antaranya datang dari luar kota demi berpartisipasi.

Peri Sandria menyebut bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang mencari juara, namun ruang berharga untuk bertemu kembali dengan rekan-rekan lama.

“Ini momen yang sangat berarti. Bukan soal gelar, tapi soal kebersamaan,” ujarnya.

Baca Juga :   Owner Meeting Liga Bahas Strategi Tingkatkan Profesionalisme

Hal senada diungkapkan Alesandro Tobar, yang datang dari Semarang untuk membela tim BWKI.

Ia mengaku bangga dapat kembali bermain bersama para senior dan merasakan atmosfer kompetisi yang tertata.

Sementara itu, Khairi Rivo memuji profesionalitas panitia. “Tahun ini penyelenggaraannya sangat rapi. Juara itu bonus, yang utama adalah kesehatan dan persahabatan,” katanya.

Edisi 2025 menghasilkan Barno Wong Kudus Indonesia (BWKI) sebagai juara. Tim yang diperkuat Alesandro Tobar, Imam Riyadi, dan Khairi Rivo itu mengalahkan PDAS di partai final dengan skor 2-0.

Dua gol BWKI dicetak melalui sepakan Alesandro Tobar dan Anjas, yang memastikan gelar pertama mereka di ajang SOS.

Panitia berharap Turnamen SOS U-50 dapat terus menjadi agenda tahunan dan berkembang menjadi turnamen yang lebih besar.

“Kami ingin turnamen ini menjadi wadah berkumpul, berkompetisi, dan menginspirasi generasi berikutnya tentang arti sportivitas,” tutup Juninho.

Turnamen SOS 2025 kembali menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya milik generasi muda, tetapi ruang bagi legenda untuk tetap berkarya, menjaga kebugaran, serta mempererat silaturahmi lintas generasi.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Manajemen Garudayaksa FC Kupas Tuntas Proses Menuju Super League

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Manajemen Garudayaksa FC menggelar konferensi pers usai memastikan...

Drama Penalti dan Balas Dendam! Dua Juara Baru Lahir di MLSC Bekasi Seri 2 2026

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 2...

Widodo: Garudayaksa Tak Hanya Promosi, Bidik Juara

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Pelatih Widodo Cahyono Putro mengungkapkan rasa syukur setelah...

MilkLife Archery Challenge 2026 Dorong Regenerasi Atlet Panahan

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Ajang MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 sukses...

- A word from our sponsors -

spot_img