JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan penataan jalan di kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas permukiman sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Menariknya, proyek ini dirancang tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui skema kolaborasi lintas sektor.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pembangunan kawasan tidak harus selalu bergantung pada dana pemerintah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat menjadi motor percepatan pembangunan yang lebih fleksibel dan berdampak langsung.
“Kita ingin penataan kawasan Menteng Tenggulun ini bisa berjalan cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dan ini kita lakukan tanpa APBN, melalui kolaborasi dan gotong royong bersama berbagai pihak,” ujar Maruarar.
Penataan tahap awal mencakup pembangunan jalan sepanjang 300 meter yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti titik parkir kendaraan, taman, serta fasilitas sanitasi umum. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan lingkungan, tetapi juga membuka ruang aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Pendanaan kegiatan ini bersumber dari kontribusi pihak swasta, termasuk dukungan dari Shinta Sirait. Dengan total anggaran Rp784 juta, proyek dijadwalkan mulai dikerjakan pada akhir Maret 2026 dan rampung pada Juni 2026.
Selain infrastruktur jalan, program ini juga menyasar perbaikan hunian warga melalui skema gotong royong dan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sejumlah perusahaan besar seperti Astra International turut berpartisipasi dalam renovasi puluhan rumah, bersama kontribusi tokoh swasta seperti Garibaldi Thohir.
Bagi pemerintah, penataan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah awal untuk menghidupkan kawasan. Akses yang lebih baik diyakini akan meningkatkan mobilitas warga dan membuka peluang ekonomi baru, termasuk rencana pengembangan kawasan sebagai sentra kuliner.
“Kita tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakat,” kata Maruarar.
Model pembangunan berbasis kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh baru dalam penataan kawasan perkotaan. Di tengah keterbatasan anggaran negara, pendekatan gotong royong lintas sektor dinilai mampu menghadirkan solusi yang cepat, adaptif, dan berkelanjutan.


