PARIS,TERMINALNEWS.ID -| Pemerintah Indonesia terus memperkuat diplomasi budaya di panggung global dengan mencalonkan diri sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO periode 2026–2030. Upaya ini disampaikan dalam Sidang Executive Board ke-224 UNESCO yang berlangsung di Paris, pekan ini.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen Indonesia melalui visi Living Heritage, Shared Future. Dalam paparannya, Indonesia mendorong pelindungan warisan budaya takbenda berbasis komunitas, memperkuat kerja sama yang lebih setara antarnegara, serta memperluas akses dukungan internasional bagi negara berkembang.
Forum yang dihadiri sekitar 300 delegasi dari negara anggota dan sekretariat UNESCO ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkenalkan visi serta prioritas pencalonan secara langsung. Selain itu, Indonesia juga memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun komunikasi dan dukungan politik budaya dari berbagai negara.
Sebagai bagian dari diplomasi budaya, Indonesia menampilkan Tari Pendet dan Gamelan. Kedua warisan budaya tersebut telah diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO, masing-masing pada 2015 dan 2021, sekaligus menjadi representasi kekayaan budaya Nusantara di kancah internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon juga mempresentasikan proposal pembentukan Asia-Pacific Center for Community-Based Safeguarding of Intangible Cultural Heritage di Indonesia sebagai Category 2 Centre UNESCO. Pusat ini diharapkan menjadi wadah penguatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, serta pelestarian budaya takbenda di kawasan Asia-Pasifik.
Sebagai negara dengan keragaman budaya yang tinggi, Indonesia menempatkan kebudayaan sebagai pilar pembangunan berkelanjutan. Partisipasi aktif dalam forum UNESCO dinilai penting untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam kebijakan kebudayaan global sekaligus memperluas jejaring kerja sama multilateral.
Delegasi Indonesia dalam forum ini turut diperkuat oleh jajaran Kementerian Kebudayaan, termasuk Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, Direktur Diplomasi Raden Usman Effendi, serta Kepala Museum dan Cagar Budaya Esti Nurjadin.
Melalui langkah ini, Indonesia berharap dapat meraih dukungan luas dari negara anggota UNESCO dan memperkuat kontribusinya dalam pelestarian warisan budaya dunia.|Sumber Kemenbud RI


