BerandaNasionalEaster Fair di Dharmawangsa:...

Easter Fair di Dharmawangsa: Kolaborasi Ekraf dan Budaya Hidupkan Paskah Bernilai Ekonomi

Sentuhan Kreatif di Hari Paskah: Ekraf Gandeng Dharmawangsa Bangun Ekosistem Budaya

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Perayaan Paskah tak lagi sekadar seremoni keagamaan. Di tangan Kementerian Ekonomi Kreatif, momen ini menjelma menjadi ruang kolaborasi yang menghidupkan nilai budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif.

Melalui gelaran Easter Fair yang berlangsung di The Dharmawangsa Jakarta, pemerintah bersama pelaku industri menghadirkan konsep perayaan keluarga yang memadukan edukasi, kreativitas, dan kearifan lokal. Acara ini menjadi cerminan bagaimana tradisi dapat dikemas ulang menjadi pengalaman yang relevan di era modern.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa peran pemerintah dalam kegiatan ini bukan sebagai pengendali utama, melainkan sebagai fasilitator yang mempertemukan berbagai potensi.

Baca Juga :   Menpar Widiyanti Putri Wardhana Lantik Pejabat di Lingkungan Kemenpar Sampaikan 7 Prinsip Jalankan Amanah Baru

“Peran kami adalah pemberdayaan dan menjembatani kolaborasi. Ketika hospitalitas bertemu kreativitas, lahirlah pengalaman yang tak hanya berkesan, tetapi juga bernilai ekonomi,” ujarnya saat menghadiri acara, Minggu (5/4/2026).

bc46b509 dafe 492a 80f5 7d6f8182453c
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar

Easter Fair menghadirkan beragam aktivitas yang menyasar seluruh anggota keluarga. Anak-anak diajak mengikuti kelas memasak dan menghias telur, sementara pengunjung dewasa dapat menikmati kuliner Nusantara hingga mengikuti lokakarya budaya seperti membatik, shading, dan kaligrafi aksara.

Tak hanya itu, ruang interaksi juga diperluas melalui Board Games Corner yang mengangkat permainan tradisional, serta pengalaman meracik jamu bersama komunitas Acaraki sebuah upaya memperkenalkan kembali warisan leluhur kepada generasi muda.

Bagi pemerintah, pendekatan semacam ini menjadi strategi penting dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya di tengah arus globalisasi. Irene menekankan, kekuatan ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kemampuannya mengolah warisan budaya menjadi produk dan pengalaman bernilai tambah.

Baca Juga :   Yustinus Prastowo Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat untuk Era Baru Indonesia

“Inilah kekuatan kita—budaya yang diolah menjadi sesuatu yang edukatif, menarik, dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Dari sisi industri, The Dharmawangsa Jakarta melihat kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar hiburan. Director of Sales and Marketing, Siti Nuraisyah, menyebut pihaknya ingin membangun kedekatan emosional masyarakat dengan budaya Nusantara melalui pendekatan yang lebih interaktif.

Kolaborasi lintas sektor ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan ekonomi kreatif tidak hanya bertumpu pada inovasi, tetapi juga pada kemampuan merawat akar budaya. Dalam konteks itu, Easter Fair menjadi contoh bagaimana tradisi, kreativitas, dan industri dapat bertemu dalam satu panggung yang saling menguatkan.

Baca Juga :   Pemerintah Akselerasi Kepemilikan Rumah Pekerja Media

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img