JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas bagi seluruh perempuan melalui Forum Nasional Kesehatan Perempuan bertema “No Woman Left Behind: Akses Setara, Layanan Unggul, Masa Depan Tangguh”.
Kegiatan yang digelar di Auditorium dr. J. Leimena ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama kesehatan keluarga.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa tantangan kesehatan nasional saat ini tidak hanya soal memperpanjang usia harapan hidup, tetapi juga memastikan masyarakat tetap sehat hingga usia lanjut.
“Rata-rata usia hidup sudah 74 tahun, tetapi banyak yang mulai sakit di usia 60-an. Fokus kita adalah memperpanjang masa hidup sehat,” ujar Budi.
Ia menegaskan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, khususnya tiga indikator utama, yakni tekanan darah, gula darah, dan lemak darah. Menurutnya, pengendalian ketiga indikator tersebut dapat menekan risiko penyakit kronis seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal.
Budi juga menyoroti peran strategis perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga. Ia menyebut ibu sebagai “tenaga kesehatan alami” di rumah yang memiliki peran besar dalam membentuk pola hidup sehat.
Sejalan dengan itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi dalam pembangunan nasional.
“Perempuan bukan sekadar kelompok rentan, tetapi aktor utama pembangunan. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan reproduksi, termasuk program keluarga berencana dan kontrasepsi pascapersalinan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Asnawi Abdullah, menambahkan bahwa forum ini merupakan bagian dari proses partisipatif dalam merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan nyata.
Melalui forum ini, pemerintah juga mendorong optimalisasi Program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah konkret memperluas akses layanan kesehatan.
Dengan semangat No Woman Left Behind, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap perempuan Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang setara, berkualitas, dan berkelanjutan.[*]


