BerandaEntertainmentJAFF Market 2025 Jadi...

JAFF Market 2025 Jadi Magnet Baru Kolaborasi IP dan Industri Film Asia Tenggara

YOGYAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market kembali mencuri perhatian dunia perfilman regional. Memasuki tahun keduanya, ajang ini resmi dibuka di Jogja Expo Center dan langsung mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, yang hadir memberikan keynote speech, menegaskan bahwa JAFF Market kini bukan hanya titik temu antar-pelaku industri, tetapi telah berevolusi menjadi “ruang strategis untuk mempercepat adaptasi kekayaan intelektual (IP) lokal ke medium film maupun serial.”

Pusat Kolaborasi IP dan Industri Film

Tahun ini, JAFF Market menghadirkan enam program utama:

JAFF Future Project, Content Market, Talent Day, Film & Market Conference, Market Screening, dan Film Lab. Keseluruhan program dirancang untuk mempertemukan kreator, produser, hingga investor dalam satu ekosistem yang mendorong komersialisasi karya ke pasar internasional.

Baca Juga :   Wagub Rano Ajak Masyarakat Nonton Film Karya Anak Bangsa

Kemenekraf juga membawa 10 IP terkurasi untuk ditampilkan di program Content Market. IP tersebut meliputi: Amurva, Elang Hitam, Glommy Sunday, Jemawa Yanti, Journal Of Terror, Meng, Sangkakala di Langit Andalusia, Tabi, The Summoning, dan World Without Sleep.

IP-IP ini dianggap memiliki potensi kuat untuk dikembangkan ke dalam format audiovisual berskala global.

f655ad3b 2044 4ee9 b271 bb165c471e23

Kerja Sama Baru: Dua IP Melangkah ke Tahap Produksi

Dua IP lokal diumumkan mendapatkan mitra internasional:

Tikam Samurai bekerja sama dengan BushiBros

Locust menjalin kemitraan dengan LMN VFX

Menteri Riefky menyebut bahwa kesepakatan tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap kualitas kreator Indonesia. “Kolaborasi ini adalah tonggak penting untuk membawa IP Indonesia menembus pasar global,” ujarnya.

Baca Juga :   Rhoma Irama Pimpin Salat Jumat di Tengah Festival Musik Pestapora 2025

Rekam Jejak Positif JAFF Market

Sukses penyelenggaraan tahun 2024 turut memperkuat reputasi JAFF Market sebagai salah satu pasar film paling berpengaruh di Asia Tenggara. Tahun lalu, ajang ini mencatat:

Rp 36 miliar dampak ekonomi

Rp 18,5 miliar nilai kontrak kerja sama

6.723 pengunjung

151 stan pameran

1.767 pertemuan bisnis

61 MoU

Catatan tersebut menjadikan JAFF Market sebagai pusat transaksi dan jejaring penting bagi pelaku film regional.

Menteri Kunjungi Berbagai Booth Kreatif

Dalam rangkaian kunjungan, Menteri Riefky menyempatkan diri meninjau berbagai stan, mulai dari booth Wahana Kreator, Metra TV x Ekraf, hingga booth AINAKI (Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia).

Yang unik, Menteri juga terlihat antusias mencoba kamera analog sinema klasik yang dipamerkan salah satu peserta. Ketertarikannya pada perangkat sinema jadul mencuri perhatian pengunjung.

Baca Juga :   Official Poster dan Trailer Film “Anak Kunti” Rilis! Siap menghantui bioskop mulai 20 Februari 2025

JAFF Festival 2025: Pusat Pertemuan Komunitas Film Nasional

Selain di area Market, Kemenekraf juga berpartisipasi dalam JAFF Festival 2025 yang digelar di Empire XXI Yogyakarta hingga 6 Desember. Melalui booth EKRAF x PFN, kementerian menyediakan ruang belajar, coaching clinic, serta publikasi program untuk mendorong kompetensi kreator dari tahap ide hingga siap produksi.

Momen Penting bagi Industri Kreatif

Menutup rangkaian kunjungan, Menteri Riefky menegaskan bahwa JAFF 2025 merupakan momentum strategis bagi pelaku industri kreatif.

“Kolaborasi regional dan global yang terbangun di JAFF akan melahirkan karya-karya baru sekaligus memperkuat ekosistem film, animasi, dan video sebagai motor ekonomi kreatif Indonesia,” ungkapnya.|Foto : Istimewa

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -