JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Musisi independen Tiya Rima semakin menegaskan kehadirannya di industri musik Tanah Air. Solois wanita pendatang baru ini hadir sebagai tamu undangan pada malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2025 yang digelar pada 19 November 2025.
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Tiya Rima kerap mencuri perhatian berkat konsistensinya merilis karya dan tampil di berbagai panggung musik. Hingga November 2025, ia telah meluncurkan satu album, satu mini album, serta belasan single berisi karya orisinal. Tema cinta dan perjalanan hidup menjadi benang merah dalam musiknya.
“Saya ingin karya-karya ini menjadi sarana yang baik untuk merilis emosi para pendengar,” ujar Tiya. Ia menambahkan bahwa musik memiliki peran penting dalam hidupnya. “Hidup saya selamat karena musik. Saya juga ingin mereka selamat karena musik. Hidup ini berharga, jangan sampai berakhir sia-sia.”ungkapnya.
Kesempatan Emas di AMI Awards
Menjadi musisi independen yang tampil di berbagai ruang alternatif, kehadiran Tiya dalam malam puncak AMI Awards menjadi pengalaman berkesan. “Ini keajaiban,” katanya saat ditemui di sela acara. “Saya bersyukur dan senang diberi kesempatan menghadiri acara bergengsi ini. Saya banyak belajar.”
Sebagai tamu undangan pada perayaan 28 tahun AMI Awards, Tiya melihat momentum tersebut sebagai dorongan baru dalam perjalanan bermusiknya.
Mimpi dan Tekad yang Dibawa Tiya Rima
Dikenal dengan suara merdu, petikan gitar akustik, dan bunga mawar merah yang selalu menghiasi setiap panggungnya, Tiya Rima semakin mantap menatap masa depan karier musiknya.
“Hadir di malam puncak penghargaan insan musik Indonesia rasanya menjadi pertanda baik. Seolah menunjukkan bahwa saya dan karya-karya saya juga punya kesempatan yang sama untuk terdengar lebih luas,” ujarnya. Ia mengaku semakin termotivasi untuk menghasilkan karya yang lebih berkualitas.
Saat ditanya pesannya untuk musisi lain yang sedang merintis karier, Tiya berkata, “Jangan berhenti berkarya, jangan menyerah dahulu. Karier bermusik bukan melulu soal angka, tetapi tentang proses, konsistensi, dan kerja keras.”
Meski memulai karier tanpa koneksi dan tanpa dukungan besar, Tiya meyakini bahwa niat baik akan membuka jalan. “Saya percaya bahwa selagi tujuan kita berkarya itu baik, tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, maka Tuhan–Semesta–Sesama akan turut membantu kita,” tuturnya sambil tersenyum.

