JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat industri film dan ekonomi kreatif melalui inisiatif “Jakarta Cinema”, sebuah platform yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak perfilman daerah sekaligus pusat layanan produksi film nasional.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Policy Discussion Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (22/10). Forum yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini mengangkat tema “Unlocking Tourism and Creative Economy Potential for Jakarta as a Global City.”
“Film bukan hanya karya seni, tapi juga industri bernilai ekonomi tinggi dengan efek berantai yang luas. Kita ingin Jakarta menjadi kota yang memfasilitasi industri film sebagaimana Busan, Tokyo, atau Kanada dengan film commission-nya,” ujar Rano.

Menurutnya, pembentukan Jakarta Cinema akan menjadi langkah konkret Pemprov DKI untuk menjadikan Jakarta pusat produksi film nasional. Melalui model ini, berbagai pihak yang ingin melakukan kegiatan syuting di Indonesia nantinya cukup berkoordinasi langsung dengan Jakarta.
“Di dunia, film commission itu dibentuk oleh kota, bukan negara. Kita ingin Jakarta mengambil peran itu,” tambahnya.
Selain sektor film, Pemprov DKI juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Rano menegaskan, Jakarta terus membangun kolaborasi lintas sektor, terutama dalam pengembangan industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) dan destinasi wisata unggulan seperti Kawasan Kota Tua.
“Jakarta harus menjadi kota global dengan daya saing ekonomi tinggi, tapi tetap inklusif. Karena itu, kita dorong inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam setiap sektor,” jelasnya.
Tahun ini, Jakarta menjadi tuan rumah tujuh festival kreatif berskala besar, termasuk Indonesia Fashion Week, Jakarta Film Week, Jakarta Provoke, dan Indonesia World Dance Festival. Ajang-ajang tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai episentrum kegiatan ekonomi kreatif di Asia Tenggara.
Rano juga menyinggung rencana optimalisasi dana abadi kebudayaan untuk mendukung kegiatan kreatif lintas sektor, mulai dari film, musik, hingga seni pertunjukan. Dukungan pembiayaan dari sektor swasta juga akan diperluas agar industri kreatif tumbuh secara berkelanjutan.
“Kebudayaan itu ekosistem. Film, musik, dan fashion harus tumbuh bersama. Karena itu, kami akan memastikan setiap alokasi dana dapat mendorong kolaborasi lintas sektor,” tutupnya.|Foto : Istimewa


