BerandaNasionalPemerintah Fokus Kuatkan Literasi...

Pemerintah Fokus Kuatkan Literasi Bisnis Kreator IP dalam Rindekraf 2026–2045

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif melalui peningkatan literasi bisnis dan pengembangan skala usaha. Dalam penyusunan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045, pelibatan langsung para pencipta kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) menjadi prioritas utama.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut bahwa sekitar 80 persen program ke depan akan difokuskan pada penguatan dan perluasan kapasitas pelaku yang sudah berdaya, bukan hanya pada tahap pembinaan awal.

“Selama ini banyak pelaku ekonomi kreatif yang memiliki daya kreasi tinggi, tetapi terhambat oleh literasi bisnis dan finansial. Program ke depan akan membantu mereka naik kelas dengan pendekatan kewirausahaan yang lebih strategis,” ujar Riefky dalam audiensi bersama sejumlah kreator IP yang tergabung di KADIN Indonesia, di Autograph Tower, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga :   Menko PMK Terima Delegasi Rusia, Bahas Kerja Sama Bidang Pendidikan.

Riefky menilai penyusunan Rindekraf 2026–2045 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem kreatif nasional yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global. Pelibatan pelaku industri kreatif, akademisi, komunitas, lembaga keuangan, hingga media menjadi bagian dari model sinergi hexahelix yang diusung Kementerian Ekraf.

“Keberhasilan ekonomi kreatif tidak lepas dari kolaborasi antarelemen. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan langsung para pelaku dan pencipta IP,” tegasnya.

Sementara itu, Gupta Sitorus, Founder Jakarta Dessert Week dan anggota KADIN, menilai keterlibatan pelaku industri dalam penyusunan kebijakan adalah langkah strategis. “Kami ingin memastikan aspirasi kreator bisa tersampaikan langsung ke pemerintah agar kebijakan yang lahir lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga :   Migi Rihasalay Di Lantik Sebagai Ketua Divisi Ekonomi Gekrafs

13255d89 4cac 4f5b 8d28 826c70c02042 84c53c21 69cd 4c92 a7a7 f26ea8a316f0

Dukungan serupa datang dari Ben Soebiakto, Founder Ideafest, yang menawarkan tiga bentuk kolaborasi antara pelaku dan pemerintah: saran strategis, pengembangan program bersama, serta penguatan kemitraan ekosistem.

“Industri IP seperti film animasi dan komik punya potensi besar untuk berkembang menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi. Kita bisa kembangkan ke sektor merchandise, mode, hingga mainan,” kata Ben.

Dengan 26,5 juta tenaga kerja, 9 persen kontribusi ekspor nasional, dan nilai investasi mencapai Rp90,12 triliun, sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan peran vitalnya dalam perekonomian Indonesia. Melalui Rindekraf baru ini, pemerintah berharap ekraf dapat menjadi “mesin baru pertumbuhan nasional” dan bagian dari soft power diplomacy Indonesia di kancah global.|Foto : Istimewa

Baca Juga :   Wamenag Apresiasi Program Pertanian Pesantren

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img