JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Di tengah sorotan publik dan tekanan persidangan kasus narkotika yang menjeratnya, musisi legendaris Fariz RM memilih jalan yang tak biasa. Alih-alih terpaku pada upaya bebas, pelantun Barcelona itu justru memamerkan ketenangan dan keteguhan iman.
“Sebagai muslim, Allah SWT yang tahu persis apa yang terjadi,” ujarnya mantap usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/8/2025).
Permintaan Bebas Hanya SOP
Pernyataan Fariz sekaligus meluruskan isu yang berkembang setelah nota pembelaan (pledoi) kuasa hukumnya memuat permintaan bebas.
Menurutnya, permintaan tersebut bukanlah dorongan pribadi, melainkan bagian dari prosedur standar persidangan (SOP).
“Tidak kecewa lah. Belum sampai di ujung, artinya semua masih SOP, masih proses,” tegasnya.
Tiga Pegangan Hidup
Di hadapan media, Fariz mengungkap tiga pegangan yang membuatnya tetap tegar:
1.Iman kepada Tuhan – sebagai sumber kebenaran tertinggi.
2.Kepercayaan pada hukum negara – sebagai WNI, ia yakin Indonesia punya hukum yang pasti.
3.Keyakinan pada institusi hukum – sebagai terdakwa, ia memilih percaya pada proses.
“Sebagai WNI saya percaya negara ini memiliki hukum yang pasti. Dan sebagai terdakwa, saya percaya pada proses hukum yang dilakukan institusi yang terlibat,” ujarnya.
Harapan Rehabilitasi
Bagi Fariz, prioritas saat ini bukan sekadar lolos dari jerat hukum, melainkan mendapatkan kesempatan rehabilitasi untuk memulihkan diri.
Ia berharap majelis hakim mempertimbangkan langkah tersebut demi masa depan yang lebih baik.
Sidang berikutnya dijadwalkan menggelar duplik, sebelum akhirnya majelis hakim membacakan vonis.
“Jadi ya kita lihat saja duplik sampai vonis,” tutupnya dengan senyum tipis.
Kasus ini bukan sekadar persidangan hukum—bagi Fariz, ini adalah momentum perenungan spiritual dan kemanusiaan.
“Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Semua yang terjadi pasti ada maksudnya,” ucapnya lirih.
Pernyataan itu menggambarkan seorang seniman yang tak hanya sedang berhadapan dengan hukum, tapi juga dengan dirinya sendiri.
Sementara itu, di luar ruang sidang, simpati publik terus mengalir. Banyak yang melihat Fariz RM bukan sebagai pesohor yang terjatuh, melainkan seorang manusia yang berjuang mengatasi sisi gelap hidupnya.
Di media sosial, para penggemar dan rekan musisi menyuarakan harapan agar proses hukum tak hanya memberi keadilan, tapi juga peluang untuk bangkit.
Bagi banyak orang, Fariz bukan sekadar terdakwa—ia adalah potret rapuhnya manusia yang, dengan jujur, memilih untuk berubah.

