BerandaEntertainmentSaat Ingatan Memudar, Cinta...

Saat Ingatan Memudar, Cinta Diuji: Drama Sunyi dalam “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Rilis teaser trailer film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” menandai langkah awal sebuah drama keluarga yang bertumpu pada tema kehilangan bukan dalam arti fisik, melainkan memudarnya ingatan. Film produksi Rapi Films dan Screenplay Films ini memilih jalur sunyi: menghadirkan duka yang perlahan, dekat, dan terasa personal.

Dari potongan adegan yang diperlihatkan, film ini tidak terburu-buru menjelaskan. Ia justru mengajak penonton masuk ke ruang-ruang intim sebuah keluarga yang mulai retak. Sosok ibu, Yuke Yolanda, yang diperankan Lulu Tobing, menjadi pusat gravitasi cerita sekaligus titik runtuhnya keseimbangan keluarga ketika ingatannya mulai menghilang.

Cerita bergerak melalui sudut pandang Kesha, anak sulung yang dimainkan Yasmin Napper. Ia digambarkan sebagai sosok yang berada di persimpangan: antara menyelesaikan masa depannya sebagai mahasiswa film, atau kembali ke rumah untuk menjaga sisa-sisa memori bersama ibunya. Konflik ini tidak hadir sebagai ledakan dramatik, melainkan sebagai tekanan yang pelan namun konstan sebuah pilihan yang terasa semakin sempit.

Baca Juga :   Esok Tanpa Ibu Tayang Perdana di Busan Film Festival 2025, Dibintangi Dian Sastrowardoyo

Di sekeliling Kesha, dinamika keluarga diperkuat oleh kehadiran Kanya (Sofia Shireen) dan Karlo (Jourdan Omar), serta figur ayah yang diperankan Ibnu Jamil. Mereka bukan sekadar pelengkap, tetapi representasi dari berbagai bentuk perhatian dan beban yang kerap tidak terbagi rata dalam sebuah keluarga.

Secara tematik, film ini menyentuh isu yang jarang diangkat secara mendalam dalam sinema populer Indonesia: relasi antara penyakit yang menyerang memori dan dampaknya terhadap identitas keluarga. Naskah karya Alim Sudio dan arahan sutradara Kuntz Agus tampak berusaha menjaga keseimbangan antara drama personal dan refleksi universal tentang bagaimana cinta diuji ketika ingatan tidak lagi bisa menjadi pengikat.

Pernyataan produser Sunil Samtani mengisyaratkan bahwa film ini tidak hanya ingin menguras emosi, tetapi juga mengajak penonton merenungkan ulang makna kehadiran orang tua. Dalam konteks ini, kehilangan tidak lagi dimaknai sebagai perpisahan, melainkan sebagai proses pelan ketika seseorang “masih ada, tetapi tidak lagi mengenali.”

Baca Juga :   Kementerian Kebudayaan Siapkan Film Seri Kepahlawanan Nasional: Wariskan Semangat Juang Lewat Layar Lebar

Teaser trailer-nya sendiri menahan banyak hal. Ia tidak memberi jawaban, hanya melempar pertanyaan: apa yang tersisa ketika kenangan memudar? Dan, seberapa jauh seseorang rela mengorbankan masa depannya demi mempertahankan yang perlahan hilang?

Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” tampaknya tidak menawarkan resolusi yang mudah. Ia justru berdiri di wilayah abu-abu di mana cinta, kewajiban, dan kenyataan medis saling berkelindan, tanpa jaminan akhir yang utuh.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img