JAKARTA,TERMINALNEWS.ID– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara halalbihalal bersama pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menekankan pentingnya hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di Ibu Kota.
“Tidak mungkin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja tanpa dukungan kuat dari DPRD,” ujar Pramono.
Ia menyebut, capaian pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,21 persen melampaui rata-rata nasional 5,11 persen menjadi bukti nyata dari solidnya kolaborasi kedua pihak. Selain itu, stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tengah tantangan fiskal juga dinilai sebagai hasil kerja bersama.
Pramono juga menegaskan, berbagai program prioritas seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN), hingga bantuan sosial tetap berjalan berkat komitmen bersama antara Pemprov dan DPRD.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk dengan pemerintah pusat, dalam menghadapi berbagai tantangan Jakarta ke depan.
“Untuk menjaga Jakarta, kita harus melibatkan seluruh pihak. Sinergi ini menjadi modal sosial yang sangat kuat,” katanya.
Dalam suasana Idul Fitri, Pramono turut menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran DPRD serta masyarakat Jakarta.
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menyampaikan bahwa hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Suasana teduh dan sejuk ini menjadi bukti sinergi yang berjalan baik,” ujarnya.
Khoirudin juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas pelayanan publik serta pengawalan implementasi kekhususan Jakarta sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.
Ia menambahkan, DPRD saat ini tengah mengawal sejumlah peraturan daerah strategis, termasuk terkait tata ruang, pembangunan jangka panjang, serta isu ketahanan pangan.
Menurutnya, sebagai kota yang tidak memiliki sumber produksi pangan sendiri, Jakarta harus memastikan pasokan tetap aman di tengah dinamika global.
Di akhir pernyataannya, Khoirudin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan kota, seperti sampah, kemacetan, dan banjir.


