JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Dunia sastra internasional kehilangan salah satu suara paling hangat dan jenaka yang pernah dimilikinya. Sophie Kinsella, penulis yang namanya melejit lewat novel Confessions of a Shopaholic, wafat pada usia 56 tahun. Kabar duka itu disampaikan keluarga melalui akun Instagram resmi sang penulis pada Rabu waktu setempat sebuah pengumuman yang langsung mengguncang hati para penggemar di seluruh dunia.
“Dengan berat hati kami mengumumkan kepergian Sophie tercinta kami…,” tulis keluarga Rabu(10/12) waktu setempat, menegaskan bahwa sang penulis berpulang dengan tenang, dikelilingi keluarga, musik, kehangatan, dan semangat Natal,hal kecil yang selalu memberinya kebahagiaan. Dalam kalimat-kalimat yang rapuh namun penuh cinta, keluarga menyampaikan bagaimana Kinsella selama ini menanggung penyakitnya dengan keberanian yang “tak terbayangkan”.
Di balik tawa dan keriangan yang selalu hadir dalam buku-bukunya, Kinsella telah berjuang diam-diam sejak 2022. The New York Times melaporkan bahwa ia menjalani perawatan intensif setelah divonis glioblastoma, tumor otak agresif yang selama ini ia tanggung tanpa banyak mengeluh. Meski kesehatannya merosot, ia tetap merasa “sangat diberkati” mencintai hidup, keluarganya, dan para pembaca yang setia menantikan karyanya.
Lahir pada 12 Desember 1969 dengan nama Madeleine Sophie Wickham, Kinsella tumbuh menjadi salah satu penulis paling dicintai di zamannya. Novel-novelnya ringan, menyenangkan, sekaligus menyentuh telah terjual lebih dari 50 juta kopi di lebih dari 60 negara. Banyak di antaranya diterjemahkan ke berbagai bahasa, menjadikan humor dan kehangatannya lintas budaya.
Ia terus menulis hingga akhir hayatnya. Pada 2023, ia merilis The Burnout, kemudian menyusul memoar What Does It Feel Like? setahun setelahnya seolah sebuah pengakuan lembut tentang apa yang telah ia jalani.
Sejumlah karyanya bahkan hidup di layar lebar. Film Confessions of a Shopaholic (2009) yang dibintangi Isla Fisher dan Can You Keep a Secret? (2019) dengan Alexandra Daddario menjadi bukti betapa kuatnya daya tarik karakter-karakter ciptaannya.
Kini, dunia kehilangan penulis yang mampu membuat pembaca tertawa dalam perih, jatuh cinta dalam kekacauan, dan merasa hangat dalam ketidaksempurnaan hidup. Karya-karyanya mungkin ditulis dengan imajinasi, tetapi warisannya nyata: tawa, harapan, dan pelukan lembut bagi jutaan hati yang pernah disentuhnya.
Sophie Kinsella telah pergi. Namun halaman-halaman yang ia tinggalkan akan terus hidup menemani, menghibur, dan mengingatkan bahwa bahkan dalam kekacauan hidup sekalipun, selalu ada ruang untuk bahagia.|Foto :Instagram@Sophiekinsella


