TERMINALNEWS.ID, OTTAWA – Bintang tenis Filipina, Alex Eala, mengungkap percakapan menyentuh yang terjadi dengan Caty McNally di net setelah keduanya menyelesaikan pertandingan babak ketiga Canadian Open 2026.
Eala, yang baru berusia 21 tahun, kembali menunjukkan performa impresif dengan mengalahkan petenis Amerika Serikat yang menempati peringkat 70 dunia tersebut dalam pertarungan tiga set. Eala menang 3-6, 7-5, 6-4 dalam pertandingan yang berlangsung lebih dari dua setengah jam.
McNally memberikan perlawanan sengit hingga akhir. Ia bahkan mampu menyelamatkan peluang double break point saat tertinggal 3-4 pada set ketiga. Namun, Eala mampu mempertahankan keunggulannya hingga akhirnya memastikan kemenangan dan melaju ke babak 16 besar.
Setelah pertandingan, Eala mengungkapkan apa yang dikatakan McNally kepadanya ketika keduanya berjabat tangan di net.
“Dia mengucapkan selamat kepada saya. Dia juga berkata, ‘Terima kasih sudah membiarkan saya menjadi bagian dari pertandingan ini,'” kata Eala kepada wartawan.

Menurut Eala, ucapan tersebut menunjukkan sikap sportif dan rasa hormat yang tinggi dari McNally.
“Itu sangat baik dan penuh sikap sportif darinya. Saya sangat menghormati Caty,” ujar Eala.
Pertandingan tersebut juga menjadi ujian berat bagi Eala. Petenis Filipina itu mengakui dirinya sangat kelelahan setelah harus bertarung selama lebih dari dua setengah jam.
Kini, Eala harus segera memulihkan kondisi fisiknya karena lawan berat sudah menantinya di babak 16 besar.
Eala selanjutnya akan menghadapi Belinda Bencic, petenis Swiss yang kini berada di peringkat ke-14 dunia. Bencic merupakan pemilik 10 gelar WTA Tour dan salah satu pencapaian terbesarnya adalah meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 pada 2021.
Pertemuan Eala dan Bencic akan menjadi duel pertama bagi kedua petenis tersebut.
Eala datang dengan modal luar biasa. Ia tengah berada dalam tren tujuh kemenangan beruntun di nomor tunggal. Sebaliknya, Bencic menjalani turnamen pertamanya dalam hampir sebulan setelah terakhir tampil di Wimbledon.

Performa Eala sepanjang tahun ini memang membuat dunia tenis mulai memperhitungkannya. Petenis berusia 21 tahun itu telah beberapa kali mengalahkan lawan-lawan yang berada di jajaran elite dunia, termasuk menumbangkan juara bertahan Wimbledon, Iga Swiatek, pada musim panas tahun ini.
Eala juga berhasil meraih gelar WTA Tour pertamanya bulan lalu ketika menjadi juara Washington Open, turnamen level WTA 500. Kesuksesan tersebut membuat peringkatnya terus meroket hingga kini menempati posisi ke-20 dunia.
Perkembangan pesat Eala membuat sejumlah tokoh tenis mulai memberikan perbandingan dengan para legenda dan bintang besar.
Mantan petenis nomor satu Inggris, Greg Rusedski, bahkan membandingkan Eala dengan legenda tenis Amerika Serikat, Serena Williams. Performa Eala yang semakin matang membuat banyak penggemar mulai memprediksi bahwa ia memiliki potensi memenangkan beberapa gelar Grand Slam.

Basis penggemar Eala yang terus berkembang juga mendapat perhatian. Presenter Sky Sports, Gigi Salmon, pernah menggambarkan atmosfer ketika Eala bermain di Dubai seperti suasana konser penyanyi superstar Taylor Swift.
Eala juga sempat dibandingkan dengan Emma Raducanu, yang mengejutkan dunia tenis ketika menjuarai US Open 2021 sebagai petenis yang datang dari babak kualifikasi.
Namun, Eala kini memiliki jalannya sendiri. Kemenangan atas sejumlah pemain elite seperti Swiatek, Jessica Pegula, Coco Gauff, dan Elena Rybakina menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan siapa pun ketika berada dalam performa terbaik.
Kini, tantangan berikutnya adalah Bencic. Jika mampu kembali menang, Eala akan semakin dekat dengan pencapaian besar di Canadian Open sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu bintang muda paling menarik di dunia tenis.

