TERMINALNEWS.ID, LONDON – Arsenal resmi menyelesaikan transfer gelandang asal Brasil, Bruno Guimaraes, dari Newcastle United. Pemain berusia 28 tahun itu diboyong dengan nilai transfer mencapai £75 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.
Konversi tersebut menggunakan kisaran kurs £1 = Rp24.000, sehingga £75 juta setara dengan sekitar Rp1,8 triliun. Nilai kurs dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Kedatangan Guimaraes menjadi salah satu transfer penting Arsenal pada bursa musim panas. Ia diharapkan menambah kekuatan sekaligus kedalaman lini tengah skuad asuhan Mikel Arteta, yang sebelumnya sudah memiliki sejumlah gelandang berkualitas.
Guimaraes meninggalkan Newcastle setelah menjadi salah satu pemain terpenting sekaligus kapten klub tersebut. Sejak bergabung dari Lyon pada 2022, ia berkembang menjadi salah satu gelandang paling komplet di Premier League.
Kini, Guimaraes akan memperkuat Arsenal dan berpotensi membentuk duet menarik dengan Declan Rice. Keduanya sebelumnya beberapa kali terlibat persaingan sengit ketika Arsenal dan Newcastle bertemu di lapangan.
Guimaraes Ungkap Pesan dari Declan Rice
Dalam wawancara pertamanya setelah menyelesaikan kepindahan ke Arsenal, Guimaraes mengungkapkan bahwa dirinya sudah menerima pesan dari Rice.
Menariknya, hubungan keduanya sebelumnya sempat diwarnai sejumlah perselisihan dalam pertandingan. Namun, Rice langsung menyambut kedatangan Guimaraes ke Emirates Stadium dengan pesan bernada persahabatan.
“Kemari dan tolong jangan bertengkar lagi. Sekarang kita berteman.”
Kedatangan Guimaraes pun membuat persaingan keduanya di lapangan berubah menjadi potensi kerja sama di lini tengah Arsenal.
🚨Bruno G on the text Rice sent him:
“No more fighting now we’re friends” 😂♥️#afc pic.twitter.com/7NYVI2fvyL
— The Gunners watch (@Thegunnerswatch) August 8, 2026
Lini Tengah Arsenal Semakin Mewah
Dengan hadirnya Guimaraes, Arteta kini memiliki banyak pilihan di sektor tengah. Selain Guimaraes dan Rice, Arsenal juga memiliki Martin Zubimendi, Martin Odegaard, serta Mikel Merino.
Guimaraes dikenal mampu bermain sebagai gelandang bertahan maupun gelandang nomor delapan. Fleksibilitas tersebut memberikan Arteta lebih banyak opsi untuk melakukan rotasi maupun menyesuaikan strategi berdasarkan karakter lawan.
Salah satu skenario yang menarik adalah menempatkan Guimaraes sebagai gelandang yang lebih dalam, sementara Rice diberi kebebasan untuk bergerak lebih maju dan mendukung serangan bersama Odegaard.
Dengan komposisi tersebut, Arsenal memiliki kedalaman yang semakin kuat untuk menghadapi persaingan di Premier League maupun Liga Champions.
Transfer Guimaraes juga menunjukkan ambisi besar Arsenal untuk mempertahankan posisi mereka di papan atas setelah musim sebelumnya meraih gelar Premier League. Kehadiran pemain Brasil tersebut diharapkan semakin meningkatkan kualitas skuad Arteta dalam menghadapi musim baru.

