BerandaKesehatanPemerintah Perluas Penggunaan Vaksin...

Pemerintah Perluas Penggunaan Vaksin Heksavalen untuk Perkuat Perlindungan Kesehatan Anak

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Pemerintah terus memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas penggunaan vaksin heksavalen sebagai bagian dari imunisasi rutin anak.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan Indri Yogyaswari mengatakan, imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari berbagai penyakit menular berbahaya serta berperan penting dalam membentuk kekebalan kelompok di masyarakat.

“Imunisasi membantu tubuh membentuk antibodi sehingga anak terlindungi dari risiko sakit berat, kecacatan, hingga kematian. Selain itu, cakupan imunisasi yang tinggi dan merata juga melindungi kelompok rentan yang tidak dapat menerima imunisasi karena kondisi tertentu,” ujar Indri di Jakarta(29/12)

Menurut Indri, kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan imunisasi tinggi dan merata. Anak yang belum atau terlambat mendapatkan imunisasi berisiko lebih tinggi tertular Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dan berpotensi memicu Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga :   Penuhi Zat Besi, Kunci Cegah Anemia dan Dukung Kecerdasan Anak

“Tidak ada kata terlambat untuk imunisasi. Anak yang terlewat jadwal tetap perlu mendapatkan imunisasi kejar agar kekebalan tubuhnya terbentuk dan risiko penularan penyakit dapat ditekan,” katanya.

Vaksin heksavalen merupakan vaksin kombinasi yang memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus, yakni difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis akibat Haemophilus influenzae tipe b, serta polio. Vaksin ini menggantikan pemberian terpisah vaksin DPT-HB-Hib dan IPV.

Penggunaan vaksin kombinasi tersebut bertujuan mengurangi jumlah suntikan pada anak, menghemat waktu dan biaya kunjungan ke fasilitas kesehatan, serta mempercepat pembentukan kekebalan masyarakat.

“Dengan vaksin heksavalen, suntikan ganda dapat dikurangi. Hal ini membuat pemberian imunisasi lebih nyaman bagi anak dan orang tua, sekaligus diharapkan dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi,” ujar Indri.

Baca Juga :   PT. MIKI Pamerkan Alat Kesehatan Terbaru Buatan Dalam Negeri di ICEF 2024

Komite Imunisasi Nasional telah menyetujui peralihan ke vaksin heksavalen tanpa perubahan jadwal imunisasi rutin, yaitu pada usia 2, 3, dan 4 bulan, serta tetap disertai pemberian vaksin polio oral (bOPV).

Ketua Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP KIPI) Prof Dr Hindra Irawan Satari menegaskan bahwa vaksin heksavalen telah melalui evaluasi keamanan yang ketat dan terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Vaksin heksavalen memiliki profil keamanan yang baik dan telah melalui uji klinis yang panjang. Surveilans KIPI terus dilakukan secara aktif untuk memastikan setiap kejadian pascaimunisasi dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Implementasi awal imunisasi heksavalen direncanakan dimulai pada Oktober 2025 di sembilan provinsi, antara lain DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta wilayah Papua. Pemerintah menargetkan perluasan penggunaan vaksin ini secara nasional mulai 2026.

Baca Juga :   Waspada Label “Susu”, Tak Semua Produk Punya Kandungan Gizi Setara

Pemerintah pun mengajak orang tua, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah untuk bersama-sama memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Imunisasi dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia.|Sumber Humas Kemenkes RI

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img