JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Komika Pandji Pragiwaksono mendatangi kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026), untuk melakukan tabayyun terkait materi pertunjukan stand up comedy Mens Rea yang ia bawakan pada Agustus 2025 lalu.
Pandji tiba sekitar pukul 16.15 WIB dan langsung menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran MUI. Diskusi berlangsung hampir dua jam dan difokuskan pada klarifikasi serta penjelasan maksud dari sejumlah materi komedi yang belakangan menuai sorotan publik.
“Tujuan saya datang adalah menjelaskan konteks dan niat dari pertunjukan saya, terutama beberapa bagian yang memang perlu dielaborasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Pandji usai pertemuan.
Ia mengaku pertemuan tersebut berjalan dalam suasana terbuka dan penuh dialog. Pandji menyebut mendapat banyak masukan yang bernilai reflektif.
“Alhamdulillah, Pak Kiai menerima dengan sangat baik. Saya justru banyak belajar dan mendapat pengingat penting,” katanya.
Pandji juga menegaskan bahwa sebagai kreator, ia menyadari selalu ada ruang untuk introspeksi dan perbaikan baik dalam karya maupun niat di baliknya.
“Saya diingatkan bahwa berkarya itu selalu bisa diperbaiki agar lebih tepat dan lebih bijak. Itu saya terima dengan penuh rasa terima kasih,” lanjutnya. Ia pun menegaskan tidak pernah berniat menciptakan kegaduhan atau keresahan publik lewat komedinya.
MUI Tekankan Sensitivitas Materi Keagamaan
Dari pihak MUI, Ketua Bidang Fatwa Asrorun Ni’am menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan panduan kepada masyarakat, termasuk para pelaku seni.
“MUI menyampaikan sejumlah saran kepada Saudara Pandji, terutama terkait sensitivitas materi keagamaan agar tidak menimbulkan tafsir yang keliru di tengah masyarakat,” ujar Ni’am.
Ia mengungkapkan, terdapat dua poin utama hasil pertemuan tersebut. Pertama, komitmen Pandji untuk melakukan perbaikan terhadap materi komedi yang bersinggungan dengan isu keagamaan, khususnya yang sensitif dan berpotensi multitafsir. Kedua, dorongan agar materi diarahkan pada pesan-pesan yang lebih konstruktif.
“Kami melihat ada komitmen untuk memperbaiki. Ini tentu hal yang positif dan patut diapresiasi,” kata Ni’am.
Latar Belakang Polemik
Sorotan terhadap Pandji mencuat setelah Mens Rea ditayangkan di platform Netflix pada 27 Desember 2025. Tayangan tersebut memicu reaksi dari sejumlah kelompok yang menilai ada materi yang menyinggung ajaran agama.
Kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya pada 10 Januari 2026 atas dugaan penodaan agama. Laporan serupa juga masuk ke Polda DIY pada 12 Januari 2026 dari pihak Aliansi Santri Nusantara Yogyakarta, serta ke Polresta Malang dari kelompok yang mengaku sebagai perwakilan umat Islam Kota Malang.|Foto :Instagram@PandjiPragiwaksono


