BerandaEntertainmentNana Mardiana Ungkap Perjuangan...

Nana Mardiana Ungkap Perjuangan Hidup Usai Ditinggal Imam S Arifin: “Royalti Itu Kasih Sayang yang Tak Pernah Putus”

BEKASI,TERMINALNEWS.ID— Suasana hangat Ramadan terasa berbeda di Kebun Berkah Harapan Indah, Bekasi, Minggu (8/3). Bukan sekadar buka puasa bersama, acara yang mempertemukan para pencipta lagu dan penyanyi dangdut ini juga menghadirkan kisah haru tentang perjuangan hidup, karya, dan kenangan.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran penyanyi sekaligus pencipta lagu Nana Mardiana. Di tengah suasana santai para seniman, ia berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya setelah ditinggal sang suami, almarhum Imam S Arifin.

Acara yang dihadiri puluhan pelaku seni ini diprakarsai oleh owner Kebun Berkah, Sutisna, dan turut dihadiri pedangdut senior Hetty Soenjaya yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua Umum LMK TRi.

Bagi Nana, kehadirannya di acara tersebut bermula dari ajakan Hetty.

“Ayo dek, ikut acara begini. Kita kan sesama pencipta lagu,” kata Hetty mengajak.

IMG 20260308 WA0135 IMG 20260308 WA0134

Ajakan sederhana itu ternyata menjadi momen berharga bagi Nana. Ia mengaku senang bisa berkumpul dengan para pencipta lagu senior.

Baca Juga :   Indonesia Guncang Forum WIPO: Ajukan Aturan Global Baru Demi Keadilan Royalti Digital

“Senang banget ada acara ini. Bisa buka puasa bareng abang-abang, kakak-kakak pencipta lagu, sahabat-sahabat senior,” ujarnya.

Acara bukber tersebut juga diisi dengan kegiatan berbagi, mulai dari pembagian sembako hingga dana transport bagi para seniman yang hadir.

Perjuangan Seorang Ibu

Di balik senyumnya, Nana menyimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Sejak kepergian Imam S Arifin, ia harus berjuang sendiri membesarkan kedua anaknya yang kini mulai tumbuh remaja..

Untuk bertahan hidup, Nana mengaku melakukan berbagai usaha.

“Cari makan bisnis apa saja, yang penting bisa dapat rezeki buat anak-anak. Yang penting anak-anak bisa makan dan kebutuhan sehari-hari terpenuhi,” katanya.

Meski telah menciptakan sekitar 30 lagu, Nana mengakui karyanya belum benar-benar dikenal luas.

“Orang kenal, tapi masih samar-samar,” ujarnya.

Yang menarik, Nana justru merasa “bersaing” dengan karya sang suami sendiri.

“Saingan saya sebenarnya bukan siapa-siapa. Saingan saya justru almarhum Mas Imam,” ucapnya sambil tersenyum.

Baca Juga :   Tampilan Hitam Putih Videoklip Terbaru ''AKU RINDU'' Dari Isyana Sarasvati

Lagu-Lagu Imam Masih Dicari

Dalam setiap siaran langsung di media sosial, Nana mengatakan para penonton hampir selalu meminta lagu-lagu milik almarhum suaminya.

“Kalau saya live, pasti yang diminta lagu almarhum. Lagu saya mereka dengar, tapi tetap saja yang dicari lagu Mas Imam,” katanya.

Bagi Nana, hal itu justru menjadi bukti bahwa karya suaminya masih hidup di hati masyarakat.

Royalti sebagai Warisan Cinta

Nana juga menyoroti persoalan distribusi royalti bagi pencipta lagu yang menurutnya masih belum berjalan optimal.

“Kita agak prihatin melihat distribusi royalti yang belum lancar,” ujarnya.

Menurut Nana, pencipta lagu sebenarnya tidak membutuhkan banyak hal.

“Pencipta lagu enggak perlu rapat ke DPR atau ke kementerian. Yang penting distribusi royalti lancar, itu saja sudah cukup,” tegasnya.

Bagi dirinya, royalti dari karya almarhum suami menjadi berkah yang sangat berarti.

“Royalti Mas Imam itu bentuk kasih sayangnya untuk kami. Itu anugerah dari Allah,” ucap Nana dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :   Iwan Fals Hadir di Polres Jakarta Selatan Terkait Kasus 4 Tahun Lalu

Ia bahkan sering menceritakan kepada anak-anaknya tentang hal itu.

“Ayah kalian meninggalkan rezeki untuk kita,” katanya.

IMG 20260308 WA0097

Warisan Lagu yang Terus Hidup

Nana juga mengungkapkan bahwa almarhum Imam S Arifin pernah menciptakan lagu saat berada di penjara. Salah satu karya tersebut adalah “Aku Takut Kehilangan Dirimu” yang kemudian dinyanyikan oleh Rita Sugiarto.

Selain itu, masih ada satu lagu kolaborasi antara Nana dan sang suami yang belum sempat dirilis.

“Sebenarnya sudah pernah kami nyanyikan, tapi belum sempat dikeluarkan,” katanya.

Meski sempat terpikir untuk berhenti bernyanyi, Nana akhirnya memilih tetap bertahan di dunia musik. Baginya, musik adalah bagian dari perjuangan hidup sekaligus cara menjaga warisan karya sang suami.

Di tengah perjalanan yang tidak mudah, Nana terus melangkah membawa kenangan, karya, dan harapan untuk masa depan kedua anaknya.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -