TERMINALNEWS.ID, LOS ANGELES – Aktris Hollywood Megan Fox kembali menjadi perhatian publik setelah mengunggah serangkaian foto terbarunya mengenakan lingerie hitam di akun Instagram pribadinya pada 17 Juli. Penampilan bintang Transformers itu menuai beragam reaksi dari warganet, mulai dari pujian hingga kritik.
Salah satu komentar yang paling menyita perhatian datang dari seorang pengguna media sosial yang menilai unggahan tersebut tidak pantas untuk seorang ibu berusia 40 tahun.
“Ini sangat memalukan untuk seorang ibu berusia 40 tahun memposting hal seperti ini. Seperti unggahan Tumblr anak 16 tahun,” tulis komentar tersebut.
Megan Fox tak membiarkan komentar itu berlalu begitu saja. Ia langsung memberikan balasan singkat bernada menyindir.
“Yang mana dari mantan saya ini?” tulis Megan, seolah mengisyaratkan bahwa komentar tersebut kemungkinan berasal dari salah satu mantan kekasihnya.
Balasan itu pun langsung menjadi sorotan dan memicu berbagai tanggapan dari para pengikutnya.
Megan Fox diketahui merupakan ibu dari empat anak. Tiga di antaranya—Noah (13), Bodhi (12), dan Journey (9)—merupakan buah hati dari pernikahannya dengan mantan suami Brian Austin Green. Sementara itu, ia juga memiliki seorang putri bernama Saga Blade yang lahir dari hubungannya dengan musisi Machine Gun Kelly.
Kontroversi mengenai penampilannya bukan kali pertama dihadapi Megan. Sebelumnya, aktris tersebut pernah berbicara secara terbuka mengenai tekanan yang ia rasakan sebagai figur publik serta perjuangannya menghadapi persoalan citra tubuh.
Dalam wawancara dengan British GQ pada 2021, Megan mengatakan bahwa banyak orang memiliki anggapan keliru terhadap sosok yang dianggap menarik secara fisik.
“Kita mungkin melihat seseorang dan berpikir, ‘Orang itu sangat cantik. Hidupnya pasti sangat mudah.’ Padahal kemungkinan besar mereka tidak merasakan hal yang sama terhadap diri mereka sendiri,” ujar Megan.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa di balik citra percaya diri yang kerap ditampilkan di depan publik, Megan Fox juga pernah bergulat dengan rasa tidak aman terhadap dirinya. Pengalamannya menjadi pengingat bahwa penampilan luar tidak selalu mencerminkan kondisi emosional atau perasaan seseorang.


