JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menghadirkan denyut budaya yang hangat dan penuh makna melalui perhelatan tahunan Lebaran Betawi 2026. Digelar pada 10–12 April di kawasan bersejarah Lapangan Banteng, acara ini tak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan ruang perjumpaan yang merawat ingatan kolektif masyarakat Betawi di tengah dinamika kota metropolitan.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan bahwa Lebaran Betawi adalah momentum penting pasca-Idulfitri saat masyarakat kembali merajut silaturahmi, memperkuat persatuan, dan merawat identitas budaya. Di tengah arus globalisasi yang kian deras, perayaan ini menjadi pengingat bahwa Jakarta tidak hanya bergerak maju sebagai kota global, tetapi juga tetap berakar pada nilai-nilai lokal yang luhur.
Sejak pertama kali digelar pada 2008, Lebaran Betawi kini memasuki tahun ke-18 penyelenggaraan. Perjalanan panjang ini menunjukkan konsistensi dalam menjaga eksistensi budaya Betawi, sekaligus menghadirkan ruang inklusif bagi masyarakat lintas generasi untuk mengenal dan mencintai tradisi.
Mengusung tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”, rangkaian acara tahun ini dirancang meriah dan sarat makna. Kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan berbagai elemen, termasuk Majelis Kaum Betawi, memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga warisan budaya.
Selama tiga hari, publik akan disuguhi beragam kegiatan mulai dari malam syukuran yang khidmat, hingga pesta budaya yang semarak. Atraksi khas seperti ondel-ondel, tanjidor, silat, dan gambang kromong akan berpadu dengan hiburan rakyat seperti lenong dan layar tancep. Tak ketinggalan, sajian kuliner Betawi dan bazar UMKM turut meramaikan suasana, menghadirkan pengalaman budaya yang utuh, dari rasa hingga cerita.
Lebih dari sekadar festival, Lebaran Betawi juga menyimpan filosofi mendalam. Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo atau akrab disapa Bang Foke menyebut tradisi ini sebagai ruang untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Mulai dari saling memaafkan, menghormati orang tua, hingga tradisi ngider atau berkeliling mengunjungi keluarga sebagai bentuk menjaga ikatan kekeluargaan.
Di tengah hiruk pikuk Jakarta, Lebaran Betawi hadir sebagai jeda yang menenangkan sebuah ruang di mana tradisi, kebersamaan, dan identitas bertemu dalam harmoni. Dengan target puluhan ribu pengunjung, perayaan ini diharapkan tidak hanya mempererat warga Jakarta, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Betawi kepada dunia.|Sumber Dinas Kominfotik


