JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -|Media sosial kembali berisik. Sebuah lagu berjudul “Tak Diberi Tulang Lagi” mendadak viral dan menyeret nama Kuburan Band ke pusaran isu panas. Lagu itu disebut-sebut sebagai “serangan balik” terhadap Slank usai merilis “Republik Fufufafa”. Namun di tengah riuh spekulasi, Kuburan akhirnya angkat bicara dan jawabannya tegas.
Itu bukan lagu Kuburan. Itu AI.
Vokalis Kuburan Band, Resa Rizkyan, tak menutup kekesalannya melihat nama bandnya dicatut dalam narasi yang menyesatkan. Melalui kolom komentar Instagram, ia menegaskan bahwa lagu viral tersebut murni hasil kecerdasan buatan dan sama sekali tidak mewakili sikap maupun karya Kuburan.
“Jangan percaya lagu viral di TikTok itu. Itu hoaks, lagu AI,” tulis Resa, Minggu (4/1).
Kontroversi ini mencuat tak lama setelah Slank merilis “Republik Fufufafa”, lagu bernuansa kritik sosial-politik yang dianggap sebagai “kebangkitan” Slank ke jalur idealisme lama. Celah itu kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah akun TikTok dengan mengunggah lagu AI bernada sindiran, lengkap dengan narasi seolah Kuburan ikut menantang Slank.
Padahal, kejanggalannya mencolok. Genre hip hop, kualitas vokal sintetis, hingga ketiadaan lagu di platform resmi seperti Spotify dan YouTube menjadi sinyal kuat bahwa lagu tersebut bukan produksi band rock horor asal Bandung itu.
Alih-alih ikut terpancing drama, Resa justru mengajak publik untuk fokus pada karya asli Kuburan. Ia meminta penggemar membantu mempromosikan single terbaru mereka, “Ajeng”, yang resmi dirilis dan bisa ditemukan di kanal resmi band.
Dengan klarifikasi ini, Kuburan menegaskan satu hal penting: tidak ada perang musik, tidak ada sindiran ke Slank. Yang ada hanyalah bukti betapa cepatnya AI bisa memanipulasi opini publik ketika dikombinasikan dengan narasi sensasional.
Drama boleh panas, tapi faktanya jelas: Kuburan tidak ikut main.|Foto : Instagram@kuburanband


