TERMINALNEWS.ID, SYDNEY – Pemain Timnas Australia yang tampil di Piala Dunia 2026, Cristian Volpato, dilaporkan tengah menghadapi penyelidikan kepolisian setelah diduga positif menggunakan kokain usai dua kali diberhentikan karena pelanggaran batas kecepatan.
Pemain sayap berusia 22 tahun yang membela klub Italia Sassuolo itu menjadi bagian dari skuad Australia pada Piala Dunia 2026. Ia tampil dalam tiga dari empat pertandingan Socceroos sebelum Australia tersingkir di babak 32 besar setelah kalah adu penalti 4-2 dari Mesir, usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Sebelumnya, Australia mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Turki di Grup D, kemudian kalah 0-2 dari Amerika Serikat dan bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay.
Dua Kali Terjaring Razia Kecepatan
Menurut laporan BBC, insiden terjadi pada Kamis malam, 24 Juli. Polisi New South Wales menyebut Volpato pertama kali dihentikan sekitar pukul 23.05 waktu setempat saat mengendarai BMW Coupe di Anzac Bridge dengan kecepatan antara 86 hingga 94 kilometer per jam di kawasan yang memiliki batas maksimal 60 km/jam.

Tes napas di lokasi menunjukkan hasil negatif terhadap alkohol sehingga ia diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
Namun, sekitar dua jam kemudian, Volpato kembali diberhentikan karena melaju dengan kecepatan 109 km/jam di ruas jalan yang sama. Kali ini, tes narkoba di tempat menunjukkan hasil dugaan positif kokain.
Polisi kemudian menerbitkan surat pelanggaran lalu lintas atas kecepatan berlebih dan mengambil sampel cairan mulut kedua untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
SIM Ditangguhkan Enam Bulan
Akibat kasus tersebut, izin mengemudi internasional Volpato ditangguhkan selama enam bulan, sehingga ia tidak diperbolehkan mengemudi di wilayah New South Wales selama masa penangguhan.
Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih berlangsung sambil menunggu hasil konfirmasi dari sampel kedua.
Football Australia Berikan Dukungan
Federasi Sepak Bola Australia (Football Australia) menyatakan telah berkomunikasi dengan sang pemain dan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut.
Serikat pemain Professional Footballers Australia juga menyampaikan bahwa mereka mengetahui laporan tersebut dan akan memberikan pendampingan kepada Volpato selama proses hukum berlangsung.
Saat ini Volpato sebenarnya sedang menjalani masa libur setelah Piala Dunia sebelum kembali bergabung dengan Sassuolo untuk menjalani persiapan pramusim.
Terancam Dijatuhi Sanksi Antidoping
Apabila dugaan penggunaan kokain terbukti, Volpato tidak hanya menghadapi sanksi lalu lintas, tetapi juga berpotensi dikenai hukuman berdasarkan Kode Badan Antidoping Dunia (WADA) yang diterapkan FIFA, Football Australia, dan Federasi Sepak Bola Italia.
Dalam aturan WADA, kokain dikategorikan sebagai “substance of abuse” atau zat yang disalahgunakan.
Jika atlet dapat membuktikan bahwa penggunaan zat tersebut terjadi di luar masa kompetisi, hukuman standar dapat dikurangi menjadi tiga bulan. Masa sanksi bahkan dapat dipangkas menjadi satu bulan apabila atlet mengikuti program rehabilitasi dan pengobatan yang disetujui.
Selain itu, Football Australia juga memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi disiplin berupa larangan membela tim nasional, denda, kewajiban menjalani kerja sosial, hingga tindakan disipliner dari klub, termasuk denda, skorsing, atau bahkan pemutusan kontrak sesuai ketentuan yang berlaku.

