BerandaSportSoccerAria Firdaus, Arsitek Sunyi...

Aria Firdaus, Arsitek Sunyi di Balik Kebangkitan PS Pemuda Jaya U-17

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Di pinggir hiruk-pikuk sepak bola Jakarta yang selalu menyorot klub-klub besar, ada satu nama yang bekerja dalam senyap namun penuh keyakinan: Aria Firdaus, manajer PS Pemuda Jaya. Ia bukan sosok yang gemar banyak bicara, tapi visinya tajam membawa klub kecil menantang kasta tertinggi Liga Jakarta U-17.

Bagi Aria, keikutsertaan Pemuda Jaya bukan sekadar meramaikan kompetisi. Ini tentang harga diri klub kecil agar dilihat, diakui, dan diperhitungkan.

“Harapan saya sederhana: menaikkan minat dan kepercayaan diri klub-klub kecil seperti kami. Biar orang tahu, kami juga bisa bersaing,” tegasnya saat memberikan keterangan pers di Markas Kandang Ayam, Rawamangun Jakarta Timur, Minggu (15/2)

Baca Juga :   Taufik Jursal Effendi: Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025 Usung Misi Bangkitkan Sepak Bola Jakarta

Dari Pinggiran Menuju Panggung Utama

Pemuda Jaya mungkin belum punya sejarah panjang atau fasilitas mewah. Markas latihan di Lapter Ingub Perumnas Klender,Duren Sawit Jakarta Timur

Skuad U-17 mereka diisi pemain-pemain yang sudah ditempa bersama sejak kelompok umur bahkan sebagian pernah merasakan gelar di level junior. Chemistry menjadi senjata utama yang tak bisa dibeli.

Aria paham, di usia remaja, taktik hebat kalah penting dibanding kekompakan.

“Tim ini sudah lama bareng. Mereka bukan sekadar rekan satu tim, tapi seperti keluarga,” ujarnya.

IMG 20260215 WA0124

Evaluasi, Strategi, dan Target Sadis

Musim lalu menjadi pelajaran keras. Jadwal latihan yang terganggu membuat performa tim tak maksimal. Tahun ini, Aria memastikan tak ada lagi alasan.

Baca Juga :   Andre Onana Bangkit Bersama Trabzonspor, Dapat Pujian di Liga Turki

Fokusnya jelas: Memperkuat lini belakang,Menjaga kestabilan latihan dan Memaksimalkan kekompakan pemain lama

Ia juga melihat kekuatan kompetisi kini lebih merata. Tak ada lawan yang bisa diremehkan.

“Semua tim makan nasi yang sama,” katanya sambil tertawa, menyiratkan bahwa siapa pun bisa saling mengalahkan,namun jangan salah di balik kerendahan hati itu tersimpan target yang tajam: Tembus 3 Besar. Tidak Kurang.

Di luar ambisi kompetisi, Aria memegang filosofi yang lebih dalam: sepak bola sebagai benteng dari pengaruh negatif bagi remaja.

Ia tidak memaksa pemainnya bermimpi muluk jadi bintang atau masuk tim nasional. Yang terpenting, mereka tetap aktif, disiplin, dan punya arah hidup.

“Kalau mereka punya mimpi, lanjutkan. Kalau tidak, setidaknya mereka tumbuh jadi pribadi yang kuat,” katanya.

Baca Juga :   Juara Baru Muncul di MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2026

Di tengah dominasi klub-klub besar, kisah Pemuda Jaya adalah tentang perlawanan sunyi. Tentang bagaimana mimpi bisa tumbuh dari lapangan sederhana, dari latihan jauh di pinggiran kota, dari orang-orang yang percaya sebelum dunia melihat.

Dan jika musim ini mereka benar-benar mengguncang Liga Jakarta U-17, jangan kaget,karena revolusi kecil sering lahir dari tempat yang tak pernah diperhitungkan.|Foto : IssonKhoirul

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -