JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — PT Pertamina (Persero) melalui program Pertamina UMK Academy menyalurkan hibah teknologi tepat guna senilai Rp900 juta kepada 100 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebagai upaya mendorong peningkatan kapasitas produksi dan daya saing usaha.
Penerima manfaat terdiri atas 25 Champion dan 75 Nominator UMK Academy. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendorong UMK naik kelas, memperkuat kemandirian usaha, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron, mengatakan UMK Academy merupakan wujud nyata dukungan Pertamina terhadap agenda pembangunan nasional, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah poin ketiga tentang penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif.
“Melalui pelatihan, pendampingan, serta hibah alat produksi yang tepat guna, kami berharap UMKM binaan dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Baron.
Dari total nilai hibah, Rp555 juta telah direalisasikan, sementara sisanya ditargetkan tersalurkan dan tuntas pada Januari 2026. Hibah alat produksi diberikan sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi proses, serta pengembangan bisnis yang lebih terstruktur.
Selain bantuan alat, peserta juga memperoleh pembekalan manajemen bisnis dan pendampingan berkelanjutan sebagai fondasi penguatan ekosistem UMKM nasional.
Baron menegaskan, Pertamina berharap program ini memberi dampak jangka panjang bagi UMKM binaan.
“Sinergi melalui Pertamina UMK Academy diharapkan terus berlanjut agar UMKM Indonesia semakin naik kelas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Salah satu penerima manfaat, Melani Septina, pemilik usaha kerajinan sepatu NOBF asal Mojokerto, menerima hibah berupa mesin jahit, mesin seset, mesin press, dan mesin gauge. Bantuan tersebut membantu mengatasi keterbatasan produksi, khususnya dalam pengembangan sampel produk.
“Dukungan alat produksi dan pendampingan dari Pertamina sangat berarti. Kini kami dapat mengembangkan produk lebih optimal, memiliki workshop dan mini store, serta membuka peluang kolaborasi dengan pengrajin sepatu di Mojokerto agar tumbuh bersama dalam ekosistem usaha yang inklusif,” ujar Melani.
Selain hibah dan pendampingan, fasilitasi keikutsertaan dalam berbagai pameran oleh Pertamina turut membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat branding UMKM lokal.

