SOLO,TERMINALNEWS.ID -| Studio Lokananta kembali bergemuruh. Sebanyak 12 musisi dan band pendatang baru dari berbagai penjuru Indonesia bersiap naik panggung dalam Lokananta Studio Gigs 2026, usai menyingkirkan 256 peserta dalam ajang pencarian bakat nasional Bintang Muda Lokananta Vol. 2.
Datang dari kota-kota yang jarang disorot industri musik arus utama, para peserta ini membawa warna dan karakter yang berani dari pop yang personal, metal yang agresif, hingga eksperimen bunyi yang tak lazim. Mereka bukan sekadar tampil, tetapi diuji langsung di ruang legendaris yang telah melahirkan sejarah musik Indonesia.
Lokananta Studio Gigs digelar dalam tiga sesi pada 17 Januari, 31 Januari, dan 14 Februari 2026. Format gigs intim di Studio Lokananta memberi ruang bagi para musisi untuk menunjukkan identitas musikal mereka secara utuh tanpa jarak, tanpa basa-basi.
Nama-nama yang tampil antara lain Alceena Inside (Yogyakarta), Tuan Sendiri (Bandung), Mesin Waktu (Sidoarjo), Barmy Blokes (Surakarta), Pajamas Boy (Sragen), Gardenia (Banjarnegara), Beverlyline (Semarang), Deem (Jakarta), Drewgon (Maluku Utara), Tardigrada (Palu), Tama Yuri (Singkawang), dan We’re All Gonna Make It (Yogyakarta).
Head Program Bintang Muda Lokananta Vol. 2, In Magma, menegaskan bahwa Studio Gigs bukan sekadar panggung tampil, melainkan ruang seleksi nyata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh mulai dari musikalitas, kekuatan komposisi, dinamika set list, hingga cara musisi berkomunikasi dengan audiens.
“Di sini, musisi diuji dalam kondisi sebenarnya. Mereka juga mendapatkan feedback tertulis sebagai bekal pengembangan karya,” ujar In Magma dalam keterangan resmi, Selasa (20/1/2026).
Antusiasme publik pun terasa kuat. Pada sesi pertama yang digelar Sabtu (17/1/2026), tercatat 206 penonton memadati Studio Lokananta, menandai hausnya ruang apresiasi bagi talenta musik baru yang segar dan jujur.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri Bintang Muda Lokananta Vol. 2, yakni Alby Moreno (MCPR Band), Iksan Skuter, dan Yacko. Mereka menilai bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga originalitas, keberanian artistik, dan pesan yang dibawa karya.
Bagi Alby Moreno, Bintang Muda Lokananta adalah bagian dari upaya menghidupkan kembali denyut ekosistem musik nasional.
“Ini bukan cuma soal siapa yang menang atau tampil. Ini proses panjang untuk menjaga ekosistem musik agar tetap hidup, relevan, dan berkelanjutan,” katanya.
Didukung oleh Danareksa dan PPA, Bintang Muda Lokananta Vol. 2 menjadi bukti bahwa regenerasi musik Indonesia masih menemukan jalannya berakar pada sejarah, namun menatap masa depan.|Foto Instagram@lokananta


