TERMINALNEWS.ID, PARIS – Petenis Ukraina, Marta Kostyuk, melontarkan kritik tajam kepada para petenis Rusia yang dinilainya memilih bungkam terkait perang Ukraina setelah berhasil melaju ke semifinal French Open 2026.
Kostyuk memastikan tempat di empat besar setelah mengalahkan rekan senegaranya, Elina Svitolina, dengan skor 6-3, 2-6, 6-2 dalam laga perempat final yang berlangsung di Roland Garros, Selasa (3/6/2026).
Kemenangan tersebut membuat Kostyuk mencatat sejarah sebagai petenis Ukraina pertama yang mencapai semifinal Grand Slam pada era Open. Selain itu, petenis peringkat 15 dunia itu juga mempertahankan rekor sempurna di lapangan tanah liat pada musim 2026 dengan 17 kemenangan beruntun.
Di semifinal, Kostyuk akan menghadapi petenis Rusia berusia 19 tahun, Mirra Andreeva.
Andreeva melaju ke semifinal setelah tampil dominan saat menundukkan Sorana Cirstea dengan skor 6-0, 6-3. Ini menjadi kali kedua Andreeva mencapai semifinal Grand Slam setelah sebelumnya menorehkan pencapaian serupa di French Open 2024.
Sebagai atlet asal Rusia, Andreeva saat ini tampil di bawah bendera netral, sebagaimana aturan yang berlaku bagi petenis Rusia dan Belarus yang belum mengganti kewarganegaraan sejak konflik Ukraina pecah.
Marta Kostyuk blasts Russian players over Ukraine war silence at French Open
Kostyuk Soroti Sikap Petenis Rusia
Dalam wawancara di lapangan usai mengalahkan Svitolina, Kostyuk memberikan penghormatan kepada rakyat Ukraina atas ketahanan mereka menghadapi perang yang masih berlangsung.
Namun dalam konferensi pers setelah pertandingan, ia secara terbuka mengkritik para petenis Rusia yang dinilai kerap menghindari pertanyaan mengenai perang Ukraina.
“Bagi saya, ini sudah tidak membuat frustrasi lagi. Mereka semua orang dewasa. Mereka punya ponsel, Instagram, dan akses berita. Mereka jelas tahu apa yang sedang terjadi,” kata Kostyuk.
“Ini adalah sesuatu yang mereka pilih untuk tidak bicarakan. Mereka yang harus hidup dengan hal itu, bukan saya.”
Kostyuk mengaku berharap ada sikap yang lebih jelas dari para atlet Rusia terhadap konflik yang telah menelan banyak korban jiwa.

“Saya berharap ada pendirian yang lebih tegas mengenai apa yang sedang terjadi, terutama ketika negara Anda membunuh orang lain. Saya tidak tahu bagaimana seseorang bisa tidur dengan tenang ketika mengetahui hal itu terjadi dan tidak mengatakan apa pun,” ujarnya.
Singgung Kasus Daria Kasatkina
Kostyuk juga menyinggung kasus petenis Rusia, Daria Kasatkina, yang secara terbuka mengecam perang Ukraina pada 2022 dan kemudian memutuskan meninggalkan Rusia.
Menurut Kostyuk, Kasatkina menjadi contoh bahwa seseorang tetap bisa mengambil sikap meski menghadapi risiko dan tekanan.
“Ada banyak orang yang meninggalkan Rusia sejak perang dimulai karena tidak setuju dengan apa yang dilakukan negara mereka. Mereka menjual bisnisnya, meninggalkan semuanya, dan memulai hidup baru di tempat lain,” ujar Kostyuk.
Ia menambahkan bahwa para petenis profesional menghabiskan sebagian besar waktunya berkeliling dunia sehingga memiliki kesempatan untuk menentukan sikap jika memang tidak sejalan dengan kebijakan negaranya.
“Daria Kasatkina adalah contoh terbaik. Apa yang dia lakukan menunjukkan bahwa jika seseorang benar-benar tidak setuju, selalu ada jalan untuk menunjukkan sikapnya,” kata Kostyuk.
French Open 2026 kini memasuki fase krusial, dengan duel antara Kostyuk dan Andreeva dipastikan menjadi salah satu pertandingan yang paling mendapat sorotan, baik karena persaingan di lapangan maupun latar belakang politik yang menyertainya.
Catatan: Naskah asli tidak memuat nilai transfer atau nominal uang apa pun, sehingga tidak ada angka yang dapat dikonversi ke rupiah.


