TERMINALNEWS.ID, ROMA – Legenda sepak bola Italia, Andrea Pirlo, mengakui bahwa sepak bola negaranya sedang menghadapi masa sulit setelah kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Dalam sebuah wawancara terbaru, mantan gelandang AC Milan dan Juventus itu menilai sepak bola modern telah berkembang pesat, sementara Italia gagal mengikuti perubahan tersebut.
“Sudah lama sejak sepak bola Italia berada di level terbaiknya. Sepak bola telah berubah dan sayangnya kami tertinggal,” ujar Pirlo.
Komentar tersebut muncul beberapa pekan setelah Italia mengalami pukulan besar dengan kalah melalui adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina pada final play-off kualifikasi Piala Dunia. Kekalahan itu membuat Italia kembali gagal tampil di ajang sepak bola terbesar dunia.
Menurut Pirlo, kegagalan tersebut mencerminkan kondisi sepak bola Italia secara keseluruhan yang membutuhkan pembaruan menyeluruh.

“Sepak bola sekarang berjalan sangat cepat dan Anda harus terus berkembang. Anda tidak bisa terus menggunakan pola pikir 20 tahun lalu ketika kami menjadi yang terbaik di dunia dalam hal organisasi, kualitas, dan taktik. Kami membutuhkan perubahan generasi,” katanya.
Harapan Baru dari Generasi Muda
Pirlo melihat secercah harapan dari langkah pelatih sementara tim nasional Italia, Silvio Baldini, yang baru-baru ini memanggil skuad dengan rata-rata usia hanya 20 tahun enam bulan untuk laga persahabatan melawan Luksemburg dan Yunani.
Beberapa pemain muda mendapat panggilan pertama ke tim senior, termasuk talenta Borussia Dortmund, Samuele Inacio. Selain itu, nama-nama seperti Francesco Camarda, Francesco Pio Esposito, dan Davide Bartesaghi juga masuk dalam skuad.
Pirlo menyambut positif perubahan strategi tersebut.
“Banyak pemain baru akan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Saya berharap ini bisa menjadi awal dari siklus baru,” ujar Pirlo.
Ia juga menyoroti beberapa pemain muda yang menurutnya memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung Italia di masa depan.
“Niccolò Pisilli dari Roma adalah pemain yang sangat menarik, begitu juga Pio Esposito. Ada banyak pemain yang memiliki kualitas nyata,” tambahnya.
Pirlo Kagumi Vitinha dan Declan Rice
Dalam kesempatan yang sama, Pirlo juga membahas final Liga Champions antara Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG).
Mantan maestro lini tengah itu secara khusus memuji gelandang PSG, Vitinha, yang menurutnya merupakan salah satu pemain terbaik di posisinya saat ini.
“Vitinha adalah maestro permainan. Dia selalu mampu keluar dari situasi sulit, memiliki visi yang luar biasa, dan selalu terlibat dalam jalannya pertandingan. Saya bisa mengatakan bahwa Vitinha adalah pemain yang paling mirip dengan saya di sepak bola saat ini,” kata Pirlo.
Selain Vitinha, Pirlo juga mengaku mengagumi gelandang Arsenal, Declan Rice.
Menurutnya, kedua pemain tersebut memiliki kualitas yang saat ini sangat dibutuhkan oleh sepak bola Italia.
Kritik untuk Kualitas Pemain Italia Saat Ini
Ketika ditanya mengenai keseimbangan skuad Italia yang saat ini diperkuat pemain seperti Nicolo Barella dan Manuel Locatelli, Pirlo memberikan penilaian yang cukup tegas.
“Saat ini di Italia tidak ada pemain yang mampu tampil di level yang dibutuhkan untuk final Liga Champions. Mereka adalah pemain bagus untuk kompetisi domestik, tetapi sayangnya kami belum memiliki pemain dengan identitas dan kualitas seperti yang saya sebutkan tadi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan kekhawatiran Pirlo terhadap kualitas pemain Italia di level tertinggi sepak bola Eropa.
Menanti Kebangkitan Gli Azzurri
Dengan hadirnya banyak talenta muda dalam skuad terbaru, Italia kini berharap dapat memulai proses regenerasi yang selama ini dianggap kurang berjalan optimal.
Laga persahabatan melawan Luksemburg dan Yunani bulan depan akan menjadi ujian awal bagi proyek baru yang dipimpin Silvio Baldini. Pirlo, bersama jutaan pendukung Italia lainnya, akan menantikan apakah generasi baru ini mampu membawa Gli Azzurri kembali ke jalur kejayaan.


