BerandaEntertainment“Tetes Hujan di Bulan...

“Tetes Hujan di Bulan April”, Kenangan yang Tak Pernah Kering dari Favourite’s Group

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Ada lagu-lagu yang tak sekadar didengar, tetapi menetap diam-diam tinggal di sudut ingatan. Salah satunya adalah “Tetes Hujan di Bulan April”, karya dari Favourite’s Group yang hingga kini masih menyisakan jejak rasa.

Grup musik yang bersinar pada era 1970-an ini dikenal sebagai ruang berkumpulnya musisi lintas talenta. Nama-nama seperti A. Riyanto, Mus Mulyadi, Is Haryanto, hingga Harry Santoso menjadi bagian dari formasi yang kerap disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah musik pop Indonesia.

Di tengah perjalanan yang terbilang singkat, Favourite’s Group justru meninggalkan jejak panjang. Lagu-lagu seperti “Angin Malam”, “Mawar Berduri”, hingga “Cari Kawan Lain” menjelma menjadi “lagu abadi” yang terus diputar lintas generasi. Namun, “Tetes Hujan di Bulan April” memiliki tempat tersendiri lebih lirih, lebih personal.

Baca Juga :   Bunda Corla Geber Debut Layar Lebar: “Mertua Ngeri Kali” Siap Guncang Bioskop Mulai 11 Desember

Lagu ini bercerita tentang pertemuan singkat yang lahir dari kesedihan yang sama. Dua insan dipertemukan oleh hujan, berbagi cerita luka, lalu berpisah ketika langit kembali terang. Sederhana, tetapi justru di situlah kekuatannya: pada kejujuran rasa yang tak dibuat-buat.

Aransemen khas era itu lembut, mengalun pelan, dengan sentuhan keyboard yang hangat membuat lagu ini terasa seperti percakapan yang tak pernah selesai. Suara vokal yang mendayu membawa pendengar masuk ke ruang kenangan yang sunyi, seolah hujan benar-benar turun di dalam hati.

Favourite’s Group mungkin tak lagi aktif seperti dulu. Formasi mereka pun berubah seiring waktu, ketika Mus Mulyadi memilih bersolo karier dan posisi vokalis sempat diisi nama lain. Namun, karya-karya yang ditinggalkan tetap hidup, bahkan setelah lebih dari setengah abad berlalu.

Baca Juga :   Joko Anwar Dianugerahi Gelar Ksatria Seni dan Sastra Prancis Menjelang Rilis Ghost in the Cell

“Tetes Hujan di Bulan April” menjadi pengingat bahwa tidak semua pertemuan ditakdirkan untuk abadi. Ada yang cukup dikenang seperti hujan yang datang, menyentuh, lalu pergi tanpa janji kembali.

Dan barangkali, justru di situlah letak keindahannya.|Foto : Istimewa

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img