BerandaEntertainmentSpirit 86 Reborn: Jazz...

Spirit 86 Reborn: Jazz Nggak Mati tapi Ia Berevolusi

🎬Ada dua cara sebuah band legendaris kembali ke publik: bernostalgia atau berevolusi dan Spirit 86 Reborn memilih yang kedua.

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Berangkat dari akar Spirit Band kolektif fusion jazz yang sudah berdiri sejak 1986 Spirit 86 Reborn hadir bukan sebagai monumen masa lalu, tapi sebagai entitas baru yang siap bermain di medan urban hari ini. Lebih ramping, lebih tajam, dan jauh dari aroma “band veteran”.

Di balik kemudi tetap berdiri sang arsitek musikal, Eramono Soekarjo. Tapi kali ini ia tidak berjalan sendirian. Mayoritas formasi diisi musisi muda dan di situlah denyut barunya lahir. Ini bukan regenerasi tempelan. Ini pertukaran energi yang nyata.

Baca Juga :   Horor Korea Menggila di Indonesia: Sineas Senior Bongkar Rahasia Logika, Visual, dan Ekosistem Kuat di Baliknya

Sound Spirit 86 Reborn terasa seperti percakapan dua generasi: keyboard vintage beradu dengan groove kontemporer, saksofon menyelinap di antara rhythm section yang modern dan presisi. Jazz mereka tidak lagi eksperimental semata ia kini punya struktur pop yang lebih ramah kota, tanpa kehilangan kompleksitasnya.

Dua lagu ikonik, Bayang-bayang Semu dan Ilusi: Kau Ini Siapa?, menjadi medium paling jujur untuk membaca arah baru ini. Aransemen dibikin lebih minimal tapi punchy. Vokal terasa lebih dekat ke telinga. Bass dan drum diberi ruang untuk “bernapas”. Bukan sekadar remake ini rekonstruksi.

Spirit 86 Reborn terdengar dewasa tanpa kehilangan keberanian.

Di bawah naungan OHMYJAZZ! Management, mereka menandai kebangkitan resminya lewat showcase di Fat & Sim, Ra Suites Hotel, kawasan Cilandak, Senin, 16 Februari 2026.

Baca Juga :   "Ini Soal Hak!” Rhoma Irama Menggugat Sistem Royalti yang Bikin Dangdut Tercekik

IMG 20260213 WA0150

Showcase ini bukan sekadar panggung perkenalan. Ini deklarasi sikap.

Spirit 86 Reborn datang dengan misi jelas: kembali mengisi ruang festival jazz dan pop Tanah Air dengan identitas yang lebih urban, lebih personal, dan lebih berani ambil risiko. Mereka tidak mengejar romantisme era lampau. Mereka membangun ulang relevansi.

Yang menarik, Spirit 86 Reborn tidak mencoba menjadi “anak muda”. Mereka hanya menjadi jujur dengan zaman.

IMG 20260213 WA0151 2

Jazz versi mereka hari ini tidak berdiri di menara gading. Ia turun ke jalan, menyatu dengan ritme kota, menyerap estetika modern, lalu kembali naik ke panggung dengan karakter yang matang.

Spirit 86 Reborn adalah bukti bahwa jazz bukan genre yang menua Ia cuma ganti wajah Dan kali ini, wajah itu terlihat sangat siap menghadapi malam panjang Jakarta.

Baca Juga :   The Chasmala Angkat Realita Toxic Relationship Lewat Single “Cinta Tapi Terluka”

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img