BerandaBudayaRevitalisasi Museum Perjuangan, Fadli...

Revitalisasi Museum Perjuangan, Fadli Zon Tekankan Narasi Sejarah yang Kontekstual

YOGYAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau Museum Perjuangan Yogyakarta dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Yogyakarta, akhir pekan lalu. Kunjungan ini berfokus pada perkembangan revitalisasi museum yang kini mengusung pendekatan pameran lebih imersif.

Di dalam ruang pamer, Fadli Zon menelusuri rangkaian diorama dan artefak yang merekam perjalanan sejarah Indonesia, dari masa kebangkitan nasional hingga periode mempertahankan kemerdekaan. Ia menilai, perubahan pendekatan kuratorial membuat narasi sejarah lebih komunikatif.

“Di museum ini kita bisa menyaksikan perjalanan perjuangan bangsa, mulai dari lahirnya Budi Utomo hingga Proklamasi Kemerdekaan dan masa mempertahankan NKRI, yang kini disajikan secara imersif dan lebih mudah dipahami,” ujarnya.

Menurut dia, kekuatan museum tidak hanya terletak pada koleksi, tetapi juga cara bercerita. Pendekatan imersif dinilai mampu menjangkau generasi muda yang membutuhkan pengalaman visual dan emosional dalam memahami sejarah.

Baca Juga :   Gubernur Lampung Dukung Daerahnya jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Fadli Zon juga menyinggung peran strategis Yogyakarta dalam lintasan sejarah nasional. Kota ini pernah menjadi ibu kota negara pada 1946, sekaligus saksi berbagai peristiwa penting, termasuk agresi militer Belanda. Narasi tersebut, kata dia, tergambar kuat dalam penyajian museum.

Museum Perjuangan Yogyakarta sendiri digagas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 1958, bertepatan dengan peringatan 50 tahun Kebangkitan Nasional. Pembangunannya dimulai setahun kemudian dan rampung pada 1961. Secara arsitektural, bangunan utama berbentuk lingkaran dan dilengkapi 40 relief yang menggambarkan perjalanan sejarah bangsa.

Relief-relief tersebut merupakan karya Edhi Sunarso, pematung yang dikenal melalui sejumlah monumen besar di Indonesia. Bagi Fadli Zon, elemen artistik ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadirkan pengalaman belajar yang reflektif.

Baca Juga :   KI DKI Jakarta Gelar Koordinasi Verifikator E-Monev 2025 Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Selain relief, museum juga menyimpan berbagai memorabilia, patung tokoh, serta pameran tematik yang terus diperbarui. Kini, pengelolaannya berada di bawah Kementerian Kebudayaan melalui Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya.

Menutup kunjungan, Fadli Zon berharap museum tidak sekadar menjadi ruang penyimpanan artefak. Ia menekankan pentingnya fungsi museum sebagai ruang publik yang aktif tempat edukasi sekaligus refleksi sejarah.

“Generasi muda perlu melihat langsung bagaimana sejarah perjuangan bangsa disajikan di sini,” katanya.|Sumber KemenbudRI

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img