JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan langkah revitalisasi Kota Tua Jakarta sebagai kawasan bersejarah yang inklusif sekaligus berdaya saing global. Penataan dilakukan secara konsisten agar kawasan ini tidak hanya tertib dan menarik, tetapi juga dapat diakses oleh seluruh kalangan masyarakat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa revitalisasi Kota Tua merupakan bagian penting dalam mengembalikan identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada sejarah dan budaya.
“Kota Tua adalah titik awal peradaban Jakarta, dari era Sunda Kelapa hingga menjadi Jayakarta. Revitalisasi ini bukan pilihan, melainkan keharusan,” ujarnya.
Menurut Rano, pengembangan kawasan akan mengacu pada empat pilar utama, yakni sebagai pusat edukasi, ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata, serta kawasan berbasis transportasi terintegrasi atau transit-oriented development. Keempat pilar tersebut dirancang berjalan secara terpadu guna menciptakan ekosistem kawasan yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor kunci keberhasilan revitalisasi, mengingat kepemilikan aset pemerintah di kawasan tersebut masih terbatas. Karena itu, keterlibatan pemilik aset, pelaku usaha, dan mitra strategis sangat diperlukan.

“Kami ingin menghadirkan ekosistem yang visible, viable, dan profitable, sehingga memberikan kepastian, kemudahan, dan daya tarik investasi berkelanjutan,” kata Rano.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana berkantor langsung di kawasan Kota Tua untuk mengawal proses revitalisasi. Selain itu, telah dibentuk kelompok kerja lintas sektor guna mempercepat koordinasi dan implementasi program.
Pada tahap awal, revitalisasi difokuskan pada zona inti, termasuk Museum Bahari dan Alun-Alun Fatahillah. Penataan area parkir dan pedagang kaki lima juga menjadi prioritas, dengan tetap menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta membuka opsi pengembangan transportasi rendah emisi, seperti trem, yang akan terintegrasi dengan jaringan MRT Jakarta.
Rano optimistis, melalui revitalisasi yang terarah dan kolaboratif, Kota Tua dapat berkembang menjadi destinasi wisata berkelas dunia yang hidup, produktif, dan inklusif. Kawasan ini juga diharapkan menjadi simbol kebanggaan Jakarta dalam menyambut 500 tahun usia kota pada 2027.[]Sumber : Dinas Kominfotik


