◾️JPO Sarinah Berwajah Baru, Tetap Jaga Nilai Sejarah
JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte TransJakarta M.H. Thamrin–Sarinah, Jakarta Pusat, pada Senin (2/3). Pembaruan ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperluas akses bagi penyandang disabilitas dan kelompok prioritas.
Gubernur Pramono menyampaikan, JPO Sarinah memiliki nilai historis yang kuat. Jembatan ini merupakan JPO pertama di Jakarta yang diresmikan pada 21 April 1968 oleh Ali Sadikin. Karena itu, proses revitalisasi dilakukan tanpa menghilangkan identitas arsitekturalnya.
“JPO ini adalah yang pertama di Jakarta dan diresmikan pada 21 April 1968 oleh Bapak Ali Sadikin. Tentu ini memiliki nilai sejarah. Hari ini kita merevitalisasi agar JPO ini ramah disabilitas dan memberi pilihan bagi masyarakat, baik menggunakan lift maupun pelican crossing yang tetap dioperasikan,” ungkapnya.
Selain pembaruan jembatan, trotoar di kawasan tersebut juga akan dilebarkan hingga sekitar 2,6 meter guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas warga di pusat kota, termasuk akses menuju Mal Sarinah yang berstatus bangunan cagar budaya.
“Nantinya trotoar akan dilebarkan sekitar 2,6 meter sehingga kawasan ini semakin ramah bagi pejalan kaki. Mengingat Mal Sarinah merupakan bangunan heritage, kami ingin memastikan akses masyarakat untuk berbelanja atau berkunjung menjadi semakin mudah,” ujarnya.
Terkait konektivitas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menawarkan opsi integrasi JPO dengan area Mal Sarinah. Namun, karena bangunan tersebut berstatus cagar budaya, pengelola masih mempertimbangkan berbagai aspek pelestarian sebelum keputusan diambil.
“Saya sudah berdiskusi dengan Asisten Pembangunan untuk menindaklanjuti kemungkinan agar JPO ini dapat terhubung langsung ke Sarinah. Jika terwujud, tentu akan memberi manfaat bagi semua pihak,” kata Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan revitalisasi JPO Sarinah merupakan bagian dari integrasi Halte TransJakarta M.H. Thamrin sebagai simpul transportasi publik. Pembangunan JPO menggunakan anggaran korporasi TransJakarta dan menjadi satu kesatuan dengan program revitalisasi halte.
“Ini tahap pertama. Tahap selanjutnya, setelah reinstatement trotoar oleh MRT Jakarta yang direncanakan sekitar Mei, akan dilakukan pelebaran trotoar kurang lebih 2,6 meter. Untuk lift, sebenarnya sudah masuk dalam paket revitalisasi halte sebelumnya dan kini dilanjutkan pada tahap pemasangan. Pembangunan sempat tertunda karena sejumlah agenda nasional,” paparnya.
Sebagai informasi, total panjang JPO Sarinah mencapai 39,78 meter, terdiri atas sisi Bawaslu sepanjang 19,54 meter dan sisi Sarinah sepanjang 20,24 meter, dengan lebar bersih 2,1 meter. JPO ini dirancang tanpa anak tangga dan dilengkapi akses lift guna meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna.
Revitalisasi ini disambut positif oleh warga. Catur Sigit, penerima Kartu Layanan Gratis TransJakarta, mengapresiasi peningkatan fasilitas aksesibilitas tersebut. Ia berharap lift yang tersedia dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan masukan dari saya dan teman-teman disabilitas bisa dipenuhi secara bertahap. Kami berharap ke depan fasilitas ini dapat digunakan dengan nyaman,” harapnya.|Sumber Dinas Kominfotik


