JAKARTA, TERMINALNEWS.ID Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berharap target pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat sebesar Rp515 miliar selama Ramadan 1447 Hijriah bisa tercapai. Angka tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan capaian Ramadan tahun sebelumnya. BAZNAS menilai target itu realistis karena mengikuti pola penghimpunan tahunan yang cenderung meningkat, dengan kontribusi terbesar berasal dari perusahaan dan korporasi.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa tren penghimpunan ZIS selama Ramadan selalu menunjukkan lonjakan signifikan, terutama dari sektor korporasi yang menyalurkan zakat perusahaan, zakat karyawan, serta dana sosial keagamaan lainnya melalui BAZNAS. Pola tersebut menjadi dasar optimisme BAZNAS dalam menetapkan target tahun ini.
“Ramadan selalu menjadi momentum puncak penghimpunan ZIS. Dengan dukungan korporasi dan meningkatnya kepercayaan publik, target Rp515 miliar sangat mungkin tercapai,” ujar Kiai Noor dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Target penghimpunan tersebut akan disalurkan melalui 29 program unggulan Ramadan yang telah disiapkan BAZNAS dan akan menjangkau penerima manfaat di 34 provinsi di Indonesia. Program-program ini dirancang untuk memastikan dana ZIS yang dihimpun memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan mustahik selama bulan suci.
Kiai Noor menjelaskan, seluruh program Ramadan BAZNAS merupakan wujud komitmen lembaganya dalam menebarkan manfaat zakat secara terukur dan tepat sasaran. Fokus utama tetap pada kelompok masyarakat rentan, termasuk fakir miskin, anak yatim, korban bencana, serta masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi dan layanan dasar selama Ramadan.
“Selama Ramadan nanti, BAZNAS menyiapkan banyak program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ini adalah ikhtiar agar zakat benar-benar menghadirkan keberkahan, baik bagi muzaki maupun mustahik,” katanya.
Ia juga berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum kebahagiaan bagi umat Islam di seluruh Indonesia, termasuk masyarakat di wilayah terdampak bencana agar dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan layak.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa 29 program tersebut mencakup layanan ibadah, sosial, kemanusiaan, hingga dukungan bagi pemudik. Beberapa di antaranya adalah penyaluran zakat fitrah, gerai Z-Iftar, santunan anak yatim, buka puasa bersama, program rumah layak huni, serta program masjid dan musala berseri.
“Program masjid dan musala berseri kami fokuskan pada penyediaan alat kebersihan dan sarana pendukung agar tempat ibadah siap digunakan secara optimal selama Ramadan,” ujar Saidah.
Dalam rangka mendukung arus mudik Lebaran, BAZNAS juga menyiapkan program Mudik Bahagia Bersama BAZNAS, pos siaga mudik, serta layanan kesehatan gratis di sejumlah titik strategis. Selain itu, tersedia layanan ZAuto di posko mudik berupa pemeriksaan kendaraan roda dua, pengisian angin, hingga pengecekan oli bagi pemudik.
Dengan rangkaian program tersebut, BAZNAS berharap dana ZIS yang dihimpun selama Ramadan dapat memberikan dampak luas dan berkelanjutan. Saidah menegaskan, kepercayaan masyarakat dan korporasi menjadi kunci keberhasilan program Ramadan BAZNAS tahun ini.
“Kami ingin memastikan setiap dana zakat yang dititipkan kepada BAZNAS sampai kepada yang berhak dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat,” katanya.


