AINARO, TERMINALNEWS.ID – Perdana Menteri Xanana Gusmão menyerahkan patung Bunda Maria Fatima dan sebuah salib kepada umat Katolik di Kapela Ave Maria Fleixa, suku Aitutu, Posto Administrativu Maubisse, Munisípiu Ainaro, pada Sabtu (7/3/2026).
Salib tersebut merupakan persembahan dari musisi rakyat Timor Leste Abio Salsinha, sedangkan patung Bunda Maria Fatima disumbangkan oleh Menteri Kesehatan Timor Leste Élia dos Reis Amaral yang membelinya dari Portugal.
Kedatangan Xanana Gusmão di Kapela Ave Maria disambut hangat oleh lia-na’in (tetua adat), para pelajar, serta umat Katolik setempat dengan tradisi masyarakat Mambae. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat melalui pemberian bua-malus, simbol penghormatan dan penerimaan tamu penting dalam tradisi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Xanana juga menyempatkan diri berbincang dengan para tetua adat, orang tua, anak-anak, serta para pemuda di desa Aitutu. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah mengundangnya untuk berkunjung.

“Saya melihat kalian membuat saya merasa bahwa kita sudah merdeka hampir 24 tahun. Namun negara dan kami yang memegang pemerintahan belum sepenuhnya memenuhi kewajiban untuk memperbaiki kehidupan kalian. Kalianlah para pahlawan. Berkat perjuangan dan pengorbanan kalian, kita bisa meraih kemerdekaan ini,” ujar Xanana.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat yang telah berjuang demi kemerdekaan Timor Leste. Ia juga menegaskan bahwa dirinya terus mengunjungi berbagai wilayah untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan para tetua adat guna mendengar aspirasi mereka.
Sementara itu, musisi Abio Salsinha menjelaskan bahwa kontribusinya memberikan salib bagi kapela tersebut berawal dari kunjungannya ke daerah itu saat menghadiri acara pernikahan seorang teman.
Saat tiba di lokasi, ia melihat bangunan gereja yang masih dalam proses pembangunan dengan beberapa pekerja yang tengah memperbaiki bagian dalamnya. Kondisi tersebut mendorongnya untuk ikut membantu.
“Ketika saya masuk ke dalam gereja, saya melihat ada tukang-tukang yang sedang bekerja. Mereka meminta bantuan untuk pembangunan gereja ini. Saya tidak langsung berjanji, tetapi saya mengatakan akan membantu sesuatu untuk gereja ini,” katanya.
Ia menambahkan, gereja merupakan tempat penting bagi umat untuk berdoa dan memohon berkat Tuhan bagi kehidupan masyarakat serta masa depan negara.

“Gereja adalah tempat kita berdoa dan memohon berkat Tuhan agar negara ini selalu dalam keadaan baik dan masyarakat bisa hidup damai serta saling melayani,” ujarnya.
Kunjungan Perdana Menteri ke Kapela Ave Maria dilakukan atas undangan masyarakat setempat. Dalam pidatonya, Xanana mengaku sering melewati kawasan tersebut, namun belum pernah naik ke lokasi kapela hingga akhirnya diundang untuk datang dan menyerahkan salib bagi gereja tersebut.
Ia juga berjanji akan membantu penyelesaian pembangunan gereja, termasuk dukungan untuk pintu, jendela, serta beberapa bagian bangunan lainnya.
Kehadiran Xanana Gusmão disambut sangat emosional oleh masyarakat. Banyak warga mengaku selama ini hanya melihat sang pemimpin melalui televisi. Ketika akhirnya bisa bertemu langsung, beberapa di antara mereka bahkan meneteskan air mata karena rasa haru dan kebahagiaan.
Kunjungan tersebut menjadi momen religius sekaligus simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat di wilayah pegunungan Maubisse, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tradisi budaya yang kuat di Timor Leste.


