ROTTERDAM,TERMINALNEWS.ID— Film horor terbaru garapan sutradara Hanung Bramantyo berjudul The Hole menggelar penayangan perdana dunia (world premiere) dalam ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026. Film ini diputar dalam program Harbour, yang menampilkan karya-karya kontemporer dari berbagai negara dengan perspektif baru.
Hanung Bramantyo hadir langsung dalam pemutaran tersebut bersama salah satu pemeran utama, Anya Zen. Kehadiran keduanya menandai langkah awal The Hole menuju penayangan resmi di bioskop Indonesia yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.
Masuknya The Hole dalam seleksi resmi IFFR 2026 sekaligus menjadi pencapaian tersendiri bagi Hanung. Ini merupakan film keduanya yang tampil di festival tersebut, setelah sebelumnya Gowok: Kamasutra Jawa juga diputar di ajang yang sama.

Hanung mengatakan, The Hole berangkat dari kegelisahannya terhadap peristiwa Gerakan 30 September (G30S) yang hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Film ini juga menjadi medium refleksi atas persoalan sosial, termasuk praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang berdampak pada kehidupan rakyat.
“Setiap tahun kita selalu berhadapan dengan peristiwa G30S, sebuah tragedi besar yang masih menyimpan banyak tanda tanya. Melalui The Hole, saya tidak ingin menawarkan satu jawaban tunggal, tetapi menghadirkan perspektif lain yang lahir dari kondisi sosial, kepercayaan, dan ketakutan masyarakat pada masa itu,” ujar Hanung.
Anya Zen mengaku bersyukur dapat terlibat dalam proyek ini. Ia menyebut film tersebut memberinya ruang untuk memahami sejarah dari sudut pandang berbeda.
“Sebagai pemain yang masih tergolong baru, bisa menjadi bagian dari film ini merupakan kehormatan besar. Sejarah selalu menjadi hal yang menarik bagi saya. Lewat The Hole, kita tidak hanya melihat ke belakang, tetapi juga membuka kembali percakapan tentang hal-hal yang selama ini kerap dihindari,” kata Anya.
Terinspirasi dari cerita rakyat dan narasi yang berkembang di sekitar peristiwa G30S, The Hole mengusung genre horor-misteri dengan latar ketegangan sosial dan politik. Cerita berpusat pada rangkaian pembunuhan misterius di Desa Lobang Buaya, di mana para korban ditemukan setiap tanggal 30 dengan kondisi tubuh berlubang serta pesan-pesan aneh di wajah mereka.
Alih-alih menuturkan sejarah secara langsung, The Hole menghadirkan pembacaan simbolik atas luka kolektif masyarakat Indonesia melalui pendekatan mistis.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal rilis dapat diikuti melalui akun media sosial @filmbolong dan @adhyapictures.

