BANGKOK,TERMINALNEWS.ID – PT Pertamina (Persero) menegaskan tekadnya untuk menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia yang mengedepankan ketahanan, ketersediaan, dan keberlanjutan energi. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam forum 50th ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) yang digelar di Bangkok, Thailand, Rabu (1/10).
ASCOPE, yang berdiri sejak 1975, menjadi wadah kolaborasi regional bagi perusahaan minyak dan gas bumi, perusahaan energi nasional, serta pemerintah negara-negara ASEAN dalam memperkuat kerja sama energi kawasan.
Dalam kesempatan itu, Simon menegaskan langkah strategis Pertamina dalam mendukung komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.
“Kami telah memperluas portofolio energi terbarukan dan mempercepat pengembangan biofuel sebagai bagian dari transisi energi. Pertamina saat ini telah menerapkan biodiesel B40 dan memulai produksi bioetanol, dengan target peningkatan kandungan bahan bakar nabati di masa mendatang,” ujar Simon.
Selain bioenergi, Simon menyoroti potensi besar Indonesia dalam penerapan teknologi Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) serta pengembangan energi panas bumi. Pertamina bahkan telah memulai produksi hidrogen hijau di wilayah Ulubelu, Lampung, sebagai proyek pionir yang diharapkan mampu mempercepat transisi energi nasional.
“Kerangka regulasi yang mendukung sangat diperlukan untuk memperkuat visi energi terbarukan ini agar dapat meningkatkan ketahanan energi bagi masyarakat,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Simon menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global perubahan iklim.
“Melalui ASCOPE, kami ingin memperkuat sinergi antarnegara ASEAN. Transisi energi adalah agenda bersama, dan hanya dengan bergandengan tangan kita dapat mencapai tujuan iklim yang berkelanjutan serta mewujudkan Net Zero Emission,” pungkasnya|Foto : Istinewa


