JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — PT Pertamina (Persero) memperkuat perannya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan kembali menggulirkan program Pertapreneur Aggregator 2025. Tahun ini, Pertamina menempatkan fokus besar pada transformasi UMKM menuju rantai pasok nasional dan global.
Sebanyak 30 UMKM terpilih akan mendapatkan pembekalan intensif melalui program bootcamp dan mentoring khusus, sebagai langkah akselerasi mereka untuk naik kelas secara bisnis.
UMKM Dipersiapkan Masuk Ekosistem Industri Besar
Pertamina menilai UMKM kini tak hanya menjadi penyokong ekonomi, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari supply chain industri nasional, khususnya energi.
“Kami ingin UMKM bukan sekadar bertahan, tapi tumbuh dan mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi,” Ujar Muhammad Baron, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero)
Program Pertapreneur Aggregator menjadi wadah untuk menjembatani kolaborasi antara pelaku UMKM dengan pelaku usaha besar melalui,akses pendampingan profesional,kurasi kualitas produk,peningkatan kapasitas produksi,pembukaan jalur distribusi yang lebih luas
Kompetisi Tinggi, Peluang Lebih Besar
Proses seleksi ketat telah menjaring UMKM dari berbagai sektor unggulan nasional seperti pangan, fesyen, kerajinan, kecantikan, hingga teknologi hijau.
Pertamina memastikan setiap peserta memiliki potensi dampak nyata dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah.
Tahap berikutnya, para semifinalis akan digembleng selama satu pekan untuk mematangkan,antara lain dengan : strategi bisnis,branding & pemasaran,manajemen keuangan modern dan kesiapan agregasi bisnis
Siapkan 10 UMKM Juara Nasional
Selepas bootcamp, 30 semifinalis akan berhadapan dalam final pitching untuk memperebutkan posisi 10 UMKM unggulan nasional.
“Inilah wujud komitmen Pertamina dalam menghadirkan solusi berkelanjutan untuk UMKM Indonesia agar mampu bersaing, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga dunia,” tutup Baron.
Dengan program ini, Pertamina semakin menegaskan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif—mewujudkan UMKM lebih mandiri, kompetitif, dan berdaya saing global.


