BerandaDaerahMusik yang Terlihat, Film...

Musik yang Terlihat, Film yang Terdengar : Pameran 30 Tahun Musik Miles Films Hadir di Lokananta Solo

SOLO,TERMINALNEWS.ID -| Kalau selama ini musik film Miles Films hidup di kepala dan hati penontonnya, kini saatnya musik itu punya ruang fisik untuk disambangi. Mulai 27 Januari 2026, Miles Films mengajak publik masuk lebih dalam ke dunia bunyi dan gambar lewat pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar” di Galeri Lokananta, Surakarta.

Bukan sekadar pameran arsip, ini adalah perjalanan lintas rasa tempat di mana nada, lagu, dialog, dan ingatan sinema Indonesia saling bertemu.

Selama tiga dekade, sejak Petualangan Sherina (2000) hingga Rangga & Cinta (2025), Miles Films dikenal sebagai rumah produksi yang tak pernah main-main dengan musik. Lagu bukan hanya tempelan, melainkan bagian dari cerita. Bahkan sering kali, musiklah yang membuat adegan terasa abadi.

“Musik dalam film bukan sekadar pelengkap,” ujar Riri Riza, Creative Director Miles Films. “Ia menyatu dengan dialog dan desain suara, membangun emosi, ritme, dan menandai zamannya.”

Baca Juga :   Gubernur Pramono Gratiskan Penerima KJP Plus Masuk TMII

Dan benar saja. Siapa yang bisa melupakan lagu-lagu dari film Miles? Dari sentuhan Elfa Secioria, Djaduk Ferianto, Melly Goeslaw & Anto Hoed, Indra Lesmana, hingga generasi komposer seperti Aksan Sjuman, Aria Prayogi, dan Sherina Munaf. Belum lagi deretan musisi dan band Garasi, Mocca, Nidji, Float, RAN, hingga Iwa K yang lagunya menempel kuat dalam memori pop Indonesia.

untitled 00083 scaled

Dari Layar Lebar ke Ruang Pamer

Pameran ini mengajak pengunjung mendengar sambil melihat, dan melihat sambil mengingat. Beragam arsip rilisan musik, lirik, notasi, artefak kreatif, hingga instalasi interaktif dihadirkan untuk memperlihatkan bagaimana musik lahir, dirancang, dan akhirnya menyatu dengan gambar bergerak.

Salah satu pengalaman paling menarik adalah instalasi studio rekaman tempat pengunjung bisa “masuk” ke ruang di mana suara direkam, diolah, dan diberi nyawa.

Baca Juga :   Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut, Kasus Korupsi Pasar Ikan Rp22 Miliar Makin Memanas

Dirancang oleh .this/PLAY Studio, pameran ini dibuat sebagai ekshibisi yang terus bertumbuh. Konten dan pendekatan presentasi akan berkembang seiring waktu, membuat setiap kunjungan terasa berbeda. Datang sekali tidak cukup karena pameran ini memang hidup.

Musikal, Ingatan, dan Generasi Baru

Eksplorasi musik Miles Films juga tak bisa dilepaskan dari film musikal. Petualangan Sherina membuka kembali ruang musikal anak, disusul Untuk Rena, hingga Rangga & Cinta yang memperkenalkan musikal romansa remaja dengan bahasa generasi sekarang. Lewat nyanyian, tarian, dan ekspresi tubuh, musik menjadi alat bercerita yang utuh bukan gimmick.

Lokananta, Rumah yang Tepat

untitled 00085 scaled

Dipilihnya Lokananta sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Sebagai cagar budaya musik Indonesia, Lokananta memberi konteks sejarah yang kuat menempatkan karya Miles Films dalam lintasan panjang musik dan sinema nasional.

Baca Juga :   Hari Bela Negara ke-77, Wagub Rano Karno Ajak ASN Jakarta Perkuat Ketahanan Bangsa

“Ini kehormatan besar bagi Lokananta,” ujar Wendi Putranto, CEO Lokananta. “Miles Films adalah zeitgeist perfilman Indonesia. Pameran ini mengajak kita mendengar kembali, memahami ulang, dan merayakan jejak kreatif yang membentuk budaya populer kita.”

Produser Mira Lesmana pun berharap pengunjung bisa merasakan proses panjang di balik pencarian musik film. “Prosesnya menantang, penuh eksperimen, tapi selalu menyenangkan,” ujarnya. “Semoga publik bisa menangkap semangat itu.”tambahnya.

untitled 00052 1 scaled

Mendengar yang Terdengar

Pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar” akan diresmikan pada 26 Januari 2026 dan terbuka untuk umum mulai 27 Januari hingga September 2026 di Galeri Lokananta, Surakarta.

Bagi pencinta film, penikmat musik, atau siapa pun yang tumbuh bersama lagu-lagu dari film Miles ini bukan sekadar pameran.

Ini adalah pertemuan dengan kenangan .

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img