NIAS SELATAN, SUMATERA UTARA, TERMINALNEWS.ID, — Jembatan Idanotae yang menjadi jalur penghubung utama di Kecamatan Ulu Idanotae, Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara, saat ini sudah sangat memprihatikan karena rusak total.
Kondisi ini benar-benar menghambat aktivitas masyarakat di dua Kecamatan yakni Ulu Idanotae dan Umbunasi.
Jembatan kayu tersebut mengalami kerusakan serius. Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar papan lantai telah lapuk, patah, dan berlubang besar sehingga tidak lagi layak dilintasi kendaraan.
Kerusakan terjadi di Jembatan Idanotae, yang berada di Kecamatan Ulu Idanotae—akses vital penghubung menuju Kecamatan Umbunasi.
Kondisi lumpuh total jembatan ini sebagaimana hasil pemantauan Wartawan Terminalnews Samahato Buulolo dilapangan, dimana kerusakan semakin parah dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan.
Masyarakat dari dua kecamatan menjadi pihak yang paling terdampak, terutama petani, pelajar, dan warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Kerusakan diduga akibat usia konstruksi yang sudah tua dan minimnya perawatan, sehingga struktur kayu mengalami pelapukan hingga tidak lagi mampu menahan beban.
Dampak kerusakan ini sangat signifikan Warga terpaksa mendorong sepeda motor secara manual saat melintas, sementara kendaraan roda empat tidak dapat melewati jembatan sama sekali.
Beberapa orang warga mengungkapkan kesulitan mereka, bahwa “mereka mau bawa hasil kebun susah, anak sekolah takut jatuh, kalau ada yang sakit mau dibawa ke Puskesmas juga terhambat karena Jembatan ini satu-satunya jalan,” yang wajib dilalui, ujarnya.
Jembatan Idanotae selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga, jalur distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi pelajar, hingga jalur penting menuju fasilitas kesehatan.
Desakan kepada Pemerintah kiranya dapat menyikapi kondisi tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pusat untuk segera mengambil langkah konkret, baik berupa penanganan darurat maupun pembangunan jembatan permanen, harapnya.
Warga khawatir, jika pembangunan jembatan tersebut tidak segera ditangani, akses antar desa akan terputus total, terutama saat musim hujan yang dapat memperparah kerusakan, ujar Liusman.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nias Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana perbaikan atau pembangunan ulang Jembatan Idanotae.
Kondisi ini menambah kekuawatiran masyarakat yang kini harus menghadapi risiko keselamatan setiap kali melintasi jembatan tersebut, sekaligus ketidakpastian kapan akses vital tersebut dapat kembali normal.
Untuk itu, masyarakat Kecamatan Umbunasi dan Uluidanotae sangat memohon bantuan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto dan Bapak Wapres RI Gibran Rakabuming serta Bapak Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution untuk membangun atau merenovasi jembatan tersebut yang merupakan urat nadinya perekonomian masyarakat setempat.
Liusman Ndruru bersama masyarakat kedua Kecamatan tersebut juga mengharapkan bantuan perhatian serius dari anggota DPRD Nias Selatan Dapil 4 untuk mengarahkan upaya melalui Pokok-pokok pikiran yang paling tidak merehabilitasi Lantai Jembatan dengan memasang Besi Plat sehingga bisa bertahan lama dari pada yang digunakan selama ini lantai jembatannya dari kayu/papan sehingga syukur kalau bertahan sampai 6 bulan.{Samahato Buulolo/A.Pais}


